Senin, 17 Desember 2018 – 22:35 WIB

Kota Darwin Larang Penggunaan Plastik Di Event Kota

Kamis, 02 Agustus 2018 – 10:00 WIB
Kota Darwin Larang Penggunaan Plastik Di Event Kota - JPNN.COM

Dewan kota Darwin, wilayah Utara Australia (NT) akan melarang penggunaan semua jenis plastik sekali pakai dalam event resmi pemerintah kota dan juga kios-kios di pasar yang berdiri di tanah milik pemerintah kota mulai awal tahun depan.

Kebijakan ini diyakini akan mampu mencegah lebih dari 1.000 cangkir kopi sekali pakai dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah setiap hari dari pasar-pasar tersebut.

Larangan yang juga akan diperluas ke penggunaan balon helium di tanah dewan, diputuskan pada pertemuan Dewan Kota Darwin Rabu (1/8/2018) malam.

Anggota dewan kota Darwin, Emma Young mengatakan sebuah rencana yang akan memberikan lebih detail masa peralihan ini akan dirampungkan sebelum akhir tahun.

"Kebijakan agar bagaimana kita benar-benar mengurangi limbah kita sendiri ini dilakukan di seluruh Australia dan dunia, khususnya upaya mengurangi limbah di lautan dan hubungannya dengan kehidupan laut kita, yang sangat berdampak di seluruh dunia," katanya.

"Pada titik di waktu sekarang ini ... ada lebih banyak peluang untuk membeli produk ramah lingkungan yang dulunya mahal tetapi sekarang tidak lagi.

"[Pemilik kios] masih akan memiliki piring, mereka masih akan memiliki pisau dan garpu – tapi mereka tidak akan terbuat dari plastik."

Seorang juru bicara melanjutkan dengan mengutip manfaat dari penghentian penggunaan plastik sekali pakai – yakni berkurangnya plastik yang akan dibuang ke tempat pembuangan sampah atau berakhir sebagai sampah, meningkatkan kualias lingkungan dan dampaknya bagi kesehatan manusia, dan dukungan yang lebih baik bagi pengecer yang telah menggunakan cara-cara alternatif.

Tumpukan sampah

Awal tahun ini, ABC mengunjungi Pusat Lingkungan di Wilayah Utara Australia (NT) ketika fasilitas itu menyortir limbah yang berasal dari pasar di akhir pekan.

Fasilitas itu menghitung lebih dari 1.029 cangkir kopi dan 33.34 kilogram wadah makanan ditemukan di antara tumpukan sampah.

"Membuat perubahan besar seperti ini tidak mudah, kita berurusan dengan mentalitas yang sudah mendarah daging seputar bagaimana kita menggunakan sebuah produk," kata Michelle Harle dari Waste Free NT.

"Seperti masalah besar lainnya, pendidikan adalah kuncinya."

Namun, alternatif pengganti plastik - termasuk bahan organik atau bioplastik - memerlukan fasilitas pengomposan komersial untuk diproses: sesuatu yang saat ini tidak dimiliki Kota Darwin.

"Dalam jangka pendek, [alternatif itu] mungkin tetap akan dibuang ke TPA. Apa yang kita diskusikan dan lihat adalah keuntungan jangka panjang," kata Harle.

"Bagian dari solusi perlu menjadi fasilitas pengomposan komersial.

"Jelas solusi terbaik adalah menggunakan barang-barang yang dapat digunakan kembali dan sebuah stasiun untuk mencucinya.

'Semoga supermarket akan mengikuti'

Langkah ini menarik tanggapan yang umumnya positif di media sosial, meskipun beberapa warga bersikap skeptis.

"Saya dulu bekerja di sebuah restoran China pada awal tahun 70-an dan adalah praktik umum bagi orang-orang yang memesan untuk dibawa pulang membawa sendiri panci atau wadah Tupperware mereka. Kerja yang bagus dewan kota!  - Janet Podsiadly

"Inisiatif besar. Semoga supermarket akan mengikuti dan berhenti menjual lebih banyak buah dan sayuran yang terbungkus plastik!" - Patricia Puig

"Dewan kota seperti biasa ... memimpin jalan dan memberi contoh bagi negara-negara yang diharapkan akan mengikuti!" - Dianne Brown

"Saya pikir ada masalah lain yang harus mereka masukkan ke sumber daya mereka." - Sally Barlee

"Saya pikir sendok garpu plastik menjadi tidak signifikan ketika ekonomi sedang terpuruk, dan orang-orang ketakutan di rumah mereka sendiri karena tingkat kejahatan meningkat!" - Jason Todd

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini

 
SHARES
Komentar