KPAI Ikut Bereaksi soal Almira Yudhoyono dan Denny Siregar

KPAI Ikut Bereaksi soal Almira Yudhoyono dan Denny Siregar
Almira Yudhoyono (tengah) bersama kedua orang tuanya. Foto: Instagram agusyudhoyono

"Ini menunjukkan bahwa AHY dan Anissa berperan sangat baik sebagai orang tua yang selalu siap mendampingi anaknya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh-red), karena pelaksanaan kebijakan belajar dari rumah, memang sangat membutuhkan kehadiran orangtuanya," jelas Retno.

Nah, posting-an AHY itu kemudian menjadi berita di beberapa media online.

Salah satu berita kemudian di-posting oleh Denny Siregar, yang menurut Anissa Pohan diduga kuat menjadikan anaknya yang masih di bawah umur sebagai bahan olok-olokan politik.

Anissa bahkan langsung me-mention Presiden Jokowi. Pada postingan yang lain, ibunda Aira itu juga memention @KPAI_official yang merupakan akun resmi KPAI.

"KPAI mengimbau netizen untuk berhenti melakukan cyber bully atas kasus naskah pidato Covid-19 yang ditulis oleh ananda Aira," tegas Retno.

Sesuai dengan Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, katanya, Aira dan anak-anak lainnya wajib dilindungi dari cyber bully karena akan berdampak pada psikologisnya.

"Dalam masa pandemik seperti ini, tekanan psikologis membahayakan karena akan menurunkan imun ananda. KPAI menghimbau netizen untuk peduli pada perlindungan anak dan dapat memberikan contoh baik dalam bermedia social kepada anak-anak Indonesia," jelas Retno yang juga mantan kepala SMAN 3 Jakarta ini.

Selain itu, KPAI juga mendorong polemik di medsos atas kasus ini dihentikan keduabelah pihak demi kepentingan terbaik bagi anak. Apalagi, penjelasan AHY sebenarnya sudah menyiratkan bahwa naskah pidato berbahasa inggris dengan tema covid 19 yang dibuat anaknya bukan untuk tujuan politik.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan juga mengeluarkan imbauan untuk netizen terkait Almira Yudhoyono.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News