JPNN.com

Kronologi KPK Bekuk Bowo Sidik Golkar dalam OTT Suap Distribusi Pupuk

Kamis, 28 Maret 2019 – 23:36 WIB Kronologi KPK Bekuk Bowo Sidik Golkar dalam OTT Suap Distribusi Pupuk - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap delapan orang hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3). OTT itu berkaitan dengan transaksi suap kerja sama distribusi pupuk buatan BUMN menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

‎"Dalam tangkap tangan ini, KPK mengamankan delapan orang di Jakarta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/3).

Pejabat negara yang terjaring dalam OTT itu adalah anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Adapun tujuh orang lainnya yang ditangkap KPK adalah Asty Winasti (marketing manager PT Humpuss‎ Transportasi), SLO (head legal PT Humpuss), Indung (pegawai PT Inersia), MNT (pegawai bagian keuangan PT Inersia), pihak swasta berinisial SD dan dua orang sopir.

Baca juga: Golkar Pecat Bowo Sidik Pangarso, Jabatannya Diberikan kepada Nusron Wahid

Basaria menjelaskan, awalnya KPK menerima informasi tentang Asty bakan menyerahkan uang suap kepada Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia, Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Dari informasi itulah KPK menangkap Indung dan Asty.

Indung merupakan orang kepercayaan Bowo yang ditugasi menerima uang sebesar Rp 89,4 juta. Penyerahan uang tersebut diduga sebagai realisasi penerimaan ketujuh dari commitment fee proyek distribusi pupuk.

Setelah menciduk dua orang tersebut, penyidik KPK menangkap SLO, MNT, dan seorang sopir pribadi Indung. Setelah ketiga orang terciduk, KPK menangkap sopir pribadi Bowo di apartemen di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Dari lokasi yang sama, KPK mengamankan pihak swasta berinisial SD. "Mereka kemudian dibawa ke kantor KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Basaria.‎

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...