Kuburan Mantan Berbentuk Persegi Panjang, Pengunjung Penasaran Pengin Datang

Kuburan Mantan Berbentuk Persegi Panjang, Pengunjung Penasaran Pengin Datang
Beberapa menu bakso nyentrik yang disajikan di warung bakso Sulanjari yang ada di Dusun Cemetuk, Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo. Foto: IWAN KAWUL/RADAR SOLO

Ada juga menu bakso bayam. Seperti bakso pada umumnya, tetapi dalam adonan daging ditambahkan bayam, yang tak banyak penjual menggunakan racikan menu seperti itu. Sehingga, warnanya menjadi hijau. Selain lezat menggugah selera, tentunya juga bergizi.

“Dalam setiap menu bakso, karena jumbo, di dalamnya ada isinya. Yakni tetelan daging dan telur puyuh,” ujarnya.

Ada lagi yang lebih spektakuler dalam menu bakso buatannya. Menu ini diperuntukkan bagi penyuka masakan pedas. Yakni, bakso kawah. Bakso yang di dalamnya terdapat sambal, masih ditambah toping sambal dalam penyajiannya. Rasa bakso kawah ini bakal menampar lidah saking pedasnya.

“Kami juga punya menu bakso seberat 1,5 kilogram. Superbesar. Isinya empat telur ayam, puluhan gelindingan bakso biasa, dan tetelan lemak daging sapi. Satu porsi bisa dimakan enam sampai delapan orang. Namun, kalau itu harus pesan dulu, karena tidak setiap hari bikin. Harganya juga sedikit lebih mahal Rp 80 ribuan,” tuturnya.

Ada lagi yang unik; bakso mangkok.

Penikmat bakso bisa memakan habis mangkoknya, karena mangkoknya dari bakso juga. Dan yang menjadi best seller di warung baksonya adalah bakso iga. Bakso di mana iga dibungkus dengan bakso. Tampak ada tulang iga yang menyumbul keluar dari gelindingan bakso.

“Paling laris ya bakso iga. Tidak sampai siang sudah habis,” katanya.

Warung bakso Sulanjari terletak di tengah perkampungan, sekitar 500 meter dari Jalan Raya Tawangsari-Weru.

Kuburan mantan berbentuk persegi panjang menjadi salah satu buah bibir. Ada apa di balik itu?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News