Kunci Sukses Tangani COVID-19 Adalah Pengetesan Sebanyak Mungkin

"Biaya untuk testing dan pelacakan akan jauh lebih rendah dibandingkan biaya ekonomi karantina kolektif yang terus berlanjut, sekitar 140 sampai 500 miliar dolar setiap bulan," kata para peneliti dari Harvard.
Professor Romer mengatakan tes massal adalah satu-satunya cara agar Amerika Serikat bisa kembali ke kehidupan normal.
"Perbedaannya di sini adalah masalah logistik. Apakah kita bisa melakukan tes sebanyak itu? Jawaban saya adalah ya, kita harus melakukannya untuk mengetahuinya," katanya.
120 ribu warga AS meninggal

Setelah terjadi penurunan angka penularan COVID-19 selama beberapa minggu belakangan, angka infeksi di Amerika Serikat meningkat lagi.
Menurut angka dari Johns Hopkins University, pada tanggal 24 Juni angka kasus baru di AS adalah 34.700 orang, angka harian tertingi sejak bulan April.
Gedung Putih juga sedang mempersiapkan kemungkinan adanya gelombang kedua penularan di sekitar bulan Oktober saat cuaca mulai dingin.
Namun Presiden Donald Trump tidak mempertimbangkan pandangan para pakar mengenai tes massal.
Setiap warga Amerika Serikat harus menjalani tes COVID-19 sekali dalam dua minggu sebagai syarat menuju kehidupan yang kembali normal
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Bea Cukai Tanjung Priok Fasilitasi Ekspor 10 Ton Galvanize ke Amerika Serikat
- Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Memiliki Nuklir untuk Alasan Apa pun, Pelucutan Total!
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM