Kunjungi Rumah Anak SIGAP, Gubernur Ganjar Sebut 5 Ng

Kunjungi Rumah Anak SIGAP, Gubernur Ganjar Sebut 5 Ng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didamping anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto meninjau Rumah Anak SIGAP. Foto dokumentasi Tanoto Foundation

jpnn.com, JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah dengan total penduduk sebanyak 36,7 juta jiwa (BPS 2021) telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 31,2 persen di 2018 (Riskesdas) menjadi 20,9 persen pada 2021 (SSGI).

Meskipun angka penurunan tersebut signifikan, tetapi karena jumlah penduduk Jateng cukup besar, angka absolut anak balita yang menderita stunting jumlahnya juga cukup banyak, yaitu sekitar 500 ribu anak.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didamping anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto meninjau pelaksanaan program penurunan stunting di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. 

Kegiatan tersebut meliputi peresmian pusat layanan pengasuhan, untuk stimulasi dan pembelajaran dini pada anak usia 0-3 tahun yang disebut dengan Rumah Anak SIGAP. Juga menilik secara langsung pendampingan yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) kepada keluarga yang berisiko stunting.

Rumah Anak SIGAP merupakan bentuk kemitraan antara Tanoto Foundation dengan pemerintah daerah.

Rumah Anak SIGAP didirikan dengan mengembangkan model layanan bertujuan membekali keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak usia 0-3 tahun secara menyeluruh (holistik) terintegrasi dengan layanan kebutuhan esensial anak lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan program Rumah Anak SIGAP ini sejalan dengan program 5 Ng yang dijalankan Pemprov Jawa Tengah, yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (Jateng Gayeng memperhatikan ibu hamil, Red).

Caranya, dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan rutin bagi ibu hamil. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didamping anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, Anderson Tanoto meninjau Rumah Anak SIGAP

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News