Kurikulum Merdeka: Layak Menjadi Kurikulum Nasional

Kurikulum Merdeka: Layak Menjadi Kurikulum Nasional
Direktur Perkumpulan Strada dan Mahasiswa Doktoral Filsafat STF Driyarkara Jakarta Odemus Bei Witono. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - Meskipun masih dipenuhi dengan keraguan yang melingkupi masyarakat, penilaian terlalu negatif terhadap kelayakan Kurikulum Merdeka (Kumer) sebagai sebuah sistem komprehensif yang mengatur materi pembelajaran untuk skala nasional adalah tidak hanya wajar, tetapi juga merupakan sebuah kesalahan penilaian.

Kumer telah dirancang dengan matang, memperhitungkan beragam aspek yang menetapkan standar ideal untuk kurikulum yang dapat diterapkan secara luas di seluruh masyarakat.

Dengan jajaran acuan yang cermat, Kumer tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pendidikan yang beragam, tetapi juga mampu memberikan jawaban konkret terhadap tantangan-tantangan pendidikan yang kompleks dan beragam.

Sekolah-sekolah tidak seharusnya ragu untuk mendukung Kurikulum Merdeka ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa.

Kumer menjadi inovasi yang signifikan dalam merombak paradigma proses pembelajaran yang berdampak langsung pada hasil yang dihasilkan.

Penerapan Kumer tidak hanya mendorong peningkatan kualitas akademis, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter siswa. Proses penguatan karakter ini dapat diperkuat melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk memperkuat profil siswa dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.

Argumen yang mendukung kenapa Kumer layak diadopsi dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, Kumer terbukti efektif dalam menghadapi tantangan terberat bangsa, terutama selama masa pandemi yang memunculkan situasi sulit.

Implementasi Kurikulum Merdeka (Kumer) secara nasional bukan sekadar suatu kebijakan kurikulum, tetapi juga sebuah langkah strategis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News