Laba BUMN Tembus Rp 123 Triliun

23 BUMN Masih Rugi

Laba BUMN Tembus Rp 123 Triliun
Laba BUMN Tembus Rp 123 Triliun
Sementara itu, dari sisi penjualan atau revenue, sepanjang 2011 lalu BUMN berhasil meraup Rp 1.387,66 triliun.  Wahyu menyebut, pendapatan terbesar disumbang oleh Pertamina dan PLN yang mencapai Rp 798,69 triliun. Lalu, BUMN Tbk perbankan Rp 127,06 triliun, BUMN Tbk nonperbankan Rp 244,18 triliun, dan BUMN lainnya Rp 249,57 triliun.

Meski mencatat kinerja keuangan mengesankan, namun Kementerian BUMN maih harus bekerja keras untuk mengentaskan BUMN-BUMN yang masih merugi. "Tahun 2011 lalu masih ada 23 BUMN yang merugi, total kerugiannya Rp 3,23 triliun," ujarnya.

Data Kementerian BUMN menunjukkan, 5 BUMN dengan rugi terbesar pada 2011 lalu adalah PT PAL Indonesia dengan rugi Rp 1,17 triliun, PT Merpati Nusantara Rp778,6 miliar, PT Dirgantara Indonesia Rp 356,52 miliar, PT Danareksa Rp 317,02 miliar, dan PT Bahana PUI Rp 187,76 miliar , PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Rp 113,38 miliar, dan PT Kertas Leces Rp 84,97 miliar.

Deputi Menteri BUMN bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djayanto mengakui, memang tidak mudah untuk menyehatkan BUMN-BUMN sakit tersebut dalam waktu singkat. Namun, kali ini Kementerian BUMN akan meminta agar BUMN-BUMN rugi tersebut untuk focus pada efisiensi, serta menggenjot kegiatan bisnis yang bisa menghasilkan pemasukan. "Tapi, dengan berjalannya restrukturisasi, kami targetkan tahun ini bisa mengentaskan banyak BUMN rugi," ujarnya.

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merampungkan rekapitulasi laporan keuangan BUMN 2011. Hasilnya, realisasi laba bersih BUMN

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News