Labuan Bajo Kembangkan Manajemen Destinasi

Labuan Bajo Kembangkan Manajemen Destinasi
Presiden Jokowi saat berada di Puncak Waringin di Labuan Bajo, Senin (20/1). Foto: BPMI Setpres

jpnn.com, LABUAN BAJO - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar Destination Management Forum (DMF) bersama Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur (D3) Kemenparekraf dan Stakeholder di Hotel Meruora, Labuan Bajo, Kamis (13/4) lalu.

“Saya berharap penerapan tata kelola pariwisata berkualitas di DPSP Labuan Bajo Flores dapat memberikan manfaat yang besar, berdampak positif, berskala Nasional, dan Internasional untuk Labuan Bajo dengan 3 Si (Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi) dalam menyambut ASEAN SUMMIT pada Mei mendatang," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf, Sandiaga Uno, saat hadir secara daring.

Menurut Sandi, akselerasi pola tata kelola DPSP menjadi lebih terpadu melalui kolaborasi dan dukungan seluruh stakeholder di daerah sangat diperlukan agar dapat makin meningkatkan kualitas pengalaman dan lama tinggal wisatawan, dampak dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Fransiskus Xaverius Teguh, menjelaskan bahwa Point utama dari pelaksanaan forum ini adalah Destination Management, Destination Governance, dan Leadership sebagai upaya untuk mendorong penerapan tata kelola pariwisata.

“Labuan Bajo punya potensi yang luar biasa, Saya kira ini merupakan hal sangat strategis  bagi destinasi-destinasi super prioritas di Labuan Bajo flores untuk menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas dalam mencapai tujuan pembangunan pariwisata dengan menumbuhkan mental keterbukaan,” ujarnya.

Labuan Bajo saat ini tengah mempersiapkan diri menyambut gelaran KTT Asean Summit 2023.

Labuan Bajo ditunjuk secara langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai lokasi utama penyelenggaraan event besar yang akan menghadirkan 11 negara anggota ASEAN.

DMF menjadi perwujudan fungsi koordinatif BPOLBF yang akan dilakukan secara berkala untuk memantau dan mencari solusi dari isu parekraf yang terjadi di lapangan, di mana parekraf membutuhkan sinergi lintas sektor.

Labuan Bajo ditunjuk secara langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai lokasi utama penyelenggaraan event besar yang akan menghadirkan 11 negara anggota ASEAN.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News