Labuhan Samudra Pasir Kadilangu, Sambut Bandara Baru Kulonprogo

Labuhan Samudra Pasir Kadilangu, Sambut Bandara Baru Kulonprogo
ANTUSIAS: Prosesi Labuhan Samudra di Obyek Wisata Pantai Pasir Kadilangu yang ditandai dengan kirab dan larung gunungan Lanang dan Wadon berhasil menyita perhatian ratusan pengunjung. Foto: Kemenpar for JPNN.com

jpnn.com, JOGJA - Inilah salah satu kehebatan dan antusiasme masyarakat Jogja yang membuat tersenyum Menpar Arief Yahya. Hospatiality Wong Jogja menyambut optimisme pengembangan sektor pariwisata di sana, luar biasa.

"Mengembangkan budaya yang menjadi 60 persen portofolio pariwisata di Indonesia," kata Menteri Arief Yahya.

Ketika budaya kuat, alam mendukung, maka taruhannya tinggal kreativitas manmade. Atraksi buatan, yang akan mengikat wisatawan lebih lama tinggal di Joglosemar, juga menghidupkan low season. "Dan dengan teknologi digital, semua itu terjawab dengan baik," ungkapnya.

Kekayaan atraksi di wilayah sekitar Bandara Baru Yogyakarta untuk mendukung berkembangnya pariwisata, bertambah. Kini, ada ritual Labuhan Samudra yang bisa menarik wisatawan. Ritual Labuhan Samudra yang digelar Kelompok Wisata Pantai Pasir Kadilangu, Senin (15/5) merupakan agenda baru.

Ritual Labuhan digelar di Obyek Wisata (Obwis) Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon dalam rangka HUT pertama Kelompok Wisata Pantai tersebut. Rupanya, atraksi tersebut menarik minat wisatawan. Buktinya, labuhan itu dipadati ratusan wisatawan. Panas terik matahari tidak menyurutkan semangat pengunjung obyek wisata yang terbilang masih gres di Kulonprogo ini.

Pengelola Obwis Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Suparyono menjelaskan, labuhan samudra digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Syukur atas berbagai anugerah yang dirasakan warga dan lingkungan sekitar.

Prosesi diawali dengan kirab Gunungan Lanang dan Wadon, mulai dari halaman parkir Obyek Wisata Pantai Hutan Mangrove, mengitari Pedukuhan Pasir Kadilangu dan kembali ke objek wisata tersebut. Gunungan selanjutnya dilarung ke Laut Selatan.

Gunungan Lanang terbuat dari hasil bumi yakni ragam buah-buahan dengan berat sekitar 100 kilogram. Gunungan Wadon tersusun dari sayur-mayur dan beratnya sekitar 80 Kilogram.

Inilah salah satu kehebatan dan antusiasme masyarakat Jogja yang membuat tersenyum Menpar Arief Yahya. Hospatiality Wong Jogja menyambut optimisme

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News