Lagi, Polisi Tangkap Seorang Mahasiswa Pembocor Unas

Lagi, Polisi Tangkap Seorang Mahasiswa Pembocor Unas
Lagi, Polisi Tangkap Seorang Mahasiswa Pembocor Unas

jpnn.com - BLITAR - Polisi terus mengusut kasus peredaran kunci jawaban ujian nasional (unas) di SMPN 4 Blitar. Setelah menang­kap empat mahasiswa yang diduga sebagai dalang peredaran kunci jawaban unas, petugas kembali menangkap seorang mahasiswa kemarin (8/5).

Dengan demikian, ada lima mahasiswa yang diduga sebagai pelaku pembocoran rahasia negara. Mereka harus di­gelandang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Pelaku kelima adalah seorang mahasiswa dari salah satu universitas di Blitar. Dia ditangkap di tempat kosnya di Blitar. Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita polisi adalah puluhan lembar kertas kunci jawaban unas yang dijual kepada empat siswa SMPN 4 Blitar.

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Yossy Runtukahu, pihaknya memang bergerak cepat untuk mengungkap para pelaku yang menjual dan mengedarkan kunci jawaban unas SMP beberapa waktu lalu. ''Untuk perkembangan kasus pembocoran rahasia negara ini, ada satu oknum mahasiswa lagi yang diduga menjadi dalangnya,'' ungkapnya kemarin.

Yossy menjelaskan, dirinya telah meminta penyidik satuan reserse kriminal (satreskrim) bergerak cepat mengungkap pelaku. Mereka diduga anggota jaringan besar antarkota yang mencari keuntungan dengan menjual kunci jawaban unas dan mencari siswa yang bingung sebagai korban. ''Kasus ini terus kita kembangkan. Kita harapkan jaringan itu bisa dibongkar,'' tuturnya.

Saat ini, kata dia, lima mahasiswa tersebut terus diperiksa secara intensif untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut. ''Saat ini belum bisa saya jelaskan secara detail. Sebab, masih pendalaman,'' ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Blitar Eko Purwanto meminta agar dinas pendidikan (dispendik) tidak tinggal diam. Dia berharap dispendik berinisiatif membantu polisi. Paling tidak, secepatnya mereka mengecek cocok atau tidaknya soal unas bahasa Inggris dengan kunci jawaban yang beredar. ''Kasus tersebut mencederai kemurnian pelaksanaan unas,'' ucapnya.

Apalagi, tutur dia, jaringan penjual kunci jawaban tidak hanya beraksi saat unas tingkat SMP. Jaringan tersebut diduga juga mengambil keuntungan dari siswa peserta unas tingkat SMA beberapa waktu lalu. ''Ini sangat fatal,'' katanya.

Sebelumnya, sehari setelah terungkapnya peredaran kunci jawaban unas SMP, polisi berhasil membekuk pengedar dan penjualnya. Ternyata, dalang atau otak kasus tersebut adalah empat mahasiswa. Para pelaku langsung ditangkap dan diperiksa secara ketat di ruang penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota. Tiga pelaku di antaranya adalah mahasiswa semester tiga salah satu perguruan tinggi (PT) di Kota Blitar. Seorang lainnya tercatat sebagai mahasiswa semester sembilan sebuah PT di Kota Malang. (ady/ziz/JPNN/c19/dwi) 


BLITAR - Polisi terus mengusut kasus peredaran kunci jawaban ujian nasional (unas) di SMPN 4 Blitar. Setelah menang­kap empat mahasiswa yang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News