Insiden Lion Air JT 610

Lanjutkan Pencarian, Lion Air Gandeng Perusahaan Swasta

Lanjutkan Pencarian, Lion Air Gandeng Perusahaan Swasta
Petugas mengidentifikasi puing-puing pesawat Lion Air JT 610 di Posko Evakuasi, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/10). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Lion Air mengklarifikasi pernyataan terkait pencarian pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP, nomor penerbangan JT610 yang mengalami musibah di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, proses pencarian dan evakuasi (search and rescue/ SAR)penumpang serta kru dari JT-610 masih terus berlangsung. 

Upaya pencarian lanjutan tersebut sebagai bentuk komitmen Lion Air dan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga. Untuk lebih komprehensif Lion Air mendatangkan kapal canggih dalam proses pencarian jenazah penumpang maupun kru penerbangan JT-610. Dalam hal ini apabila ditemukan maka akan diambil dan diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) guna tindakan selanjutnya sesuai prosedur.

"Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (cockpit voice recorder/ CVR)," kata Danang dalam siaran persnya, Senin (17/12). 

Dalam proses pencarian kembali, kata Danang, Lion Air menunjuk perusahaan swasta profesional asal negara Belanda dengan menggunakan kapal laut MPV Everest.

"Biaya proses pencarian kembali mencapai Rp 38 miliar," ujarnya. 

Proses pencarian akan difokuskan berdasarkan pemetaan terakhir area koordinat jatuhnya penerbangan JT-610 dengan waktu operasional 10 hari berturut-turut pada Desember 2018.

Informasi terkini bahwa kapal mengalami keterlambatan yang rencananya akan tiba di perairan Karawang, Senin (17/ 12). Kondisi terakhir malam hari, Sabtu (15/ 12) disebabkan cuaca buruk serta hujan deras di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

Direncanakan kapal akan berlayar, Senin (17/ 12), dimulai proses imigrasi dan kepabeanan (customs). Hal ini dikarenakan kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari.

Kapal berkapasitas sebesar MPV Everest tidak diberikan izin untuk keluar dari pelabuhan pada malam hari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News