Lapas Overkapasitas di Jambi, Yasonna Bilang Begini

Lapas Overkapasitas di Jambi, Yasonna Bilang Begini
Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly, (kiri) saat melakukan kunjungan kerja di Jambi. Foto: jambiekspres

Menurutnya, Untuk pembangunan lapas membutuhkan anggaran yang besar. Apalagi di Jambi overkapasitas sudah mencapai 500 persen. Namun kementerian tidak bisa berbuat banyak. Dia mengakui kini masih melakukan perhitungan kembali.

Overkapasitas tersebut, dijelaskan Yassona, dikarenakan kejahatan narkoba yang meningkat setiap tahunnya. Untuk Jambi narapidana narkoba mencapai 60 persen lebih dari total narapida yang berada di dalam lapas.

Narkoba menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa dan negara. Dia mengatakan kini di Nusa Kambangan Kemenkumham tengah membangun Lapas khusus narkoba, dengan pengamanan yang ketat. Lapas narkoba tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Kalau sudah selesai nara pidana yang merupakan Bandar narkoba, akan kita pindah kesana,” katanya.

Kemudian terkait maraknya peredaran narkoba di Lapas, yassona mengatakan, salah satunya akibat narapidana yang berada di dalam selain Bandar dan pengedar mereka juga memakai narkoba.

Secara otomatis, Sambung Yassona, mereka akan mengupayakan bagai mana merek bisa mendapatkan narkoba. Seperti melalui kunjungan keluarga dan terkadang melibatkan petugas.

Untuk menindak lanjuti ini, Yassona mengungkapkan meminta Kakanwil secara rutin melakukan razia dan pemeriksaan. Bukan hanya itu saja dalam waktu dekat seluruh lapas juga akan dilengkapi dengan alat pendeteksi narkoba.

“Mau dikemas seperti apapun akan ketahuan,” ungkap Yasona.

Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Jambi mengalami overkapasitas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News