Lewat Program SEB, Pertamina Berkomitmen Edukasi Energi Bersih di Kalangan Siswa

Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di Desa Mernek.
Fadjar Djoko Santoso menguraikan, lebih dari 2.154 petani desa telah terlibat aktif dalam kegiatan ini, sehingga dapat menyuplai 90 ton hasil pangan ke distributor pangan.
“Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui keterlibatan dalam pengelolaan produksi kawista, yang memberikan penghasilan sekitar Rp 5,7 juta per bulan,” ujar Fadjar.
Lebih lanjut, dampak positif dari penggunaan PLTS juga terlihat pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 8,58 tonCO2eq/tahun.
Selain itu, terdapat penghematan biaya listrik mencapai Rp 14 juta per tahun. Produksi padi di desa ini juga meningkat dari 2,5 ton per hektar menjadi 4 ton per hektar.
Bustanul, Kepala Desa Mernek menyampaikan dengan adanya program Desa Energi Berdikari, terdapat peningkatan pendapatan dari hasil panen sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per petani per ton.
“Saya mengapresiasi dukungan Pertamina dan berharap kolaborasi dapat terus berjalan dengan baik,” ungkap Bustanul.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Pertamina (Persero) berkomitmen dalam mendukung edukasi energi bersih di kalangan siswa yang dijalankan melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB).
- Ini Kontribusi Pertamina untuk Sektor Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
- PHE Catatkan Kinerja Positif, Produksi Migas Capai 1,04 Juta Barel Setara Minyak per Hari
- Ibas Ajak ASEAN Bersatu untuk Menghadapi Tantangan Besar Masa Depan Dunia
- Harga BBM Pertamina Turun, Cek Daftar Lengkapnya!
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tinjau Operasional PHM, Dorong Produksi Energi Nasional
- May Day, Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Berikut Daftarnya