LGBT

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

LGBT
Ilustrasi LGBT. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - Banyak yang terkaget-kaget ketika beberapa waktu belakangan ini terungkap bahwa konten-konten yang mengandung kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender atau LGBT sudah menyasar anak-anak melalui kanal di Youtube.

Terungkap bahwa konten yang mempromosikan LGBT sudah beredar di kanal Youtube Kids yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak.

Otoritas pemerintah bertindak cepat memblokade konten-konten itu. Banyak orang tua yang cemas dan mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena itu.

Kasus ini seperti puncak gunung es yang terlihat hanya ujung permukaannya saja. Di bawah ujung es itu terdapat gunung raksasa, yang kokohnya mengalahkan karang dan bisa membuat hancur kapal sebesar apa pun yang menabraknya.

Kampanye LGBT menyusup pelan-pelan, tetapi masif. Publik tidak sadar bahwa secara perlahan-lahan mereka digiring untuk mengakses konten-konten LGBT secara halus. Tanpa disadari tiba-tiba saja konten-konten LGBT sudah mengepung sekitar kita.

Coba perhatikan, setiap kali Anda menonton televisi, ada iklan produk anak-anak, seperti makanan, minuman, dan mainan dengan warna-warni pelangi, merah kuning, hijau.

Bagi yang tidak sensitif, warna-warni itu tidak berarti apa-apa. Namun, sebenarnya warna-warni pelangi itu merupakan lambang dari bendera “Pride’’ yang menjadi simbol perjuangan LGBT.

Mungkin ada yang menuduh sensi atau parno. Namun, kalau warna-warni ‘’Pride’’ itu kita saksikan dan kita terima setiap hari, dan menganggapnya sebagai hal yang wajar, maka pintu masuk pun terbuka bagi anak-anak untuk menerima LGBT atas nama toleransi. LGBT akan dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan normal.

komunitas LGBT berkembang luas dan mempunyai tempat-tempat khusus untuk rendezvous.