Ligaya Ita Tumbelaka, 16 Tahun Merunut Silsilah Harimau Sumatera

Cinta si Loreng karena Punya Karisma

Ligaya Ita Tumbelaka, 16 Tahun Merunut Silsilah Harimau Sumatera
Foto : Tri Mujoko Bayuaji/JAWA POS
Setiap Jumat, wanita itu memang selalu berada di TSI. Tugasnya, mengontrol satwa yang menjadi tanggung jawabnya: harimau Sumatera. Lokasi konservasi bisa dia tempuh dengan kendaraan sekitar 10 menit. ’’Saya turun lagi ke sini sambil lari-lari. Lumayan, olahraga pagi,’’ ujar wanita 48 tahun tersebut sambil mengajak menuju kantornya.

Profesi Ligaya di TSI adalah sebagai studbook keeper harimau Sumatera. Di Indonesia, istilah studbook keeper atau pencatat silsilah mungkin masih awam di telinga. Namun, pencatatan silsilah itu memberikan kontribusi penting, terutama dalam pelestarian mamalia loreng yang populasinya makin terancam punah.

Ligaya adalah satu-satunya pencatat silsilah harimau yang masih bertahan. Dia bekerja sejak 1992. Yakni, saat TSI bekerja sama dengan Conservation Breeding Specialist Group (CBSG) membuat program menyusun silsilah hewan dilindungi di Indonesia. CBSG merupakan perkumpulan lembaga konservasi dunia yang memiliki misi membantu negara-negara dalam melestarikan hewan langka.

Kebetulan, TSI memiliki kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). TSI mencari dokter hewan dari IPB yang memiliki kapasitas untuk melakukan pekerjaan baru itu. ’’Saya yang ditunjuk,’’ kata dokter hewan yang sejatinya spesialis primata (kera) tersebut.

Ligaya Ita Tumbelaka sudah 16 tahun bekerja keras agar populasi harimau Sumatera terhindar dari degradasi yang tajam. Bekerja seorang diri, dia mendedikasikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News