Lihat! Penampakan 13 Tersangka Pinjol Ilegal, tetapi Cuma Kelihatan Punggungnya

Lihat! Penampakan 13 Tersangka Pinjol Ilegal, tetapi Cuma Kelihatan Punggungnya
Polda Metro Jaya memperlihatkan 13 tersangka kasus pinjol ilegal dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (22/10). Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menggencarkan operasi penindakan terhadap perusahaan penyedia pinjaman online (pinjol) di wilayah hukumnya.

Pada pekan lalu hingga Senin (18/7), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menggerebek lima perusahaan pinjol ilegal di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Tangerang.

Lokasi kantor lima perusahaan pinjol itu ada di Ruko Bukit Indah, Kelapa Gading (Jakarta Utara); Karet Tengsin dan Tanah Abang (Jakarta Pusat); PT Indo Tekno Nusantara di Green Lake City, Kota Tangerang; dan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan penggerebekan perusahaan pinjol ilegal itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selanjutnya, Jenderal Listyo Sigit memerintahkan jajaran Polri di seluruh Indonesia menindak para penyedia layanan pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat.

"Dari lima TKP yang sudah kami lakukan pengerebekan menyangkut masalah fintech ilegal atau kejahatan pinjol ilegal ini ada 13 tersangka yang sudah kami tahan," kata Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (22/10).

Dia memerinci empat tersangka merupakan hasil penggerebekan di Kelapa Gading. Adapun tersangka dari pinjol di Green Lake City ada tiga orang.

Polisi juga menjerat satu tersangka dari pinjol di Karet Tengsin, serta dua tersangka dari pinjol di Tanah Abang. Terakhir, dari pinjol di Kelapa Dua ada tiga tersangka.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menggerebek lima kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) di di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Tangerang.