Minggu, 24 September 2017 – 13:44 WIB

Lihat Ribuan Burung Migran di Festival Pesona Danau Limboto

Kamis, 14 September 2017 – 17:00 WIB
Lihat Ribuan Burung Migran di Festival Pesona Danau Limboto - JPNN.COM

jpnn.com, GORONTALO - Ada keistimewaan di Festival Pesona Danau Limboto digelar di Kabupaten Gorontalo 21-25 September 2017 nanti. Pengunjung akan menyaksikan ribuan burung karena berbarengan dengan musim migrasi burung.

Kedatangan burung migran ini sudah terlihat pada pertengahan Agustus lalu. Puncaknya masih bisa disaksikan hingga minggu terakhir bulan September. Sejumlah trinil semal, trinil kaki hijau, kedidi leher merah, gagang bayam timur, dan lainnya sudah mulai terpantau pengamat burung di kawasan ini.

“Kemeriahan festival ini difokuskan di kawasan Pentadio Resort di sisi Danau Limboto. Kami mengenalkan burung migran sebagai fokus Festival Pesona Danau Limboto ini. Keanekaragaman hayati Gorontalo berlimpah dan harus beriringan dengan pengembangan kepariwisataan tanpa harus merusak lingkungan,” kata Kepala Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, Selasa (12/9).

Burung-burung ini datang dari belahan bumi utara. Keberadaan burung tersebut bisa disaksikan di persawahan, pantai, danau, atau tempat lain yang tidak terhalang. Burung-burung ini berkelompok kecil hingga ribuan ekor. Mereka sibuk mencari makan dan beristirahat.

“Burung terlihat datang duluan adalah Gagang Bayam, jumlahnya mencapai lebih dari 40 ekor dalam satu kelompok. Suaranya khas riuh di pinggir Danau Limboto,” ujar Haris Tome.

Migrasi burung ini merupakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun. Saat musim dingin di belahan bumi utara, burung berbagai jenis mengembara ke arah selatan bumi termasuk Indonesia untuk mempertahankan hidupnya.

Selain itu, Kabupaten Gorontalo saat ini juga sedang mengenalkan kembali kawasan Pentadio Resort untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) sambil menikmati keindahan Danau Limboto.

"Di Danau Limboto wisatawan bisa menikmati bersampan dengan nelayan sambil melakukan pengamatan burung-burung air. Selama ini memang kebanyakan yang datang pakar lingkungan, pengamat burung, atau yang suka wisata alam," ungkap Haris Tome

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini