Lima Sopir Bus Mudik Positif Pakai Narkoba

Lima Sopir Bus Mudik Positif Pakai Narkoba
terminal. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mengadakan tes urine terhadap para sopir di Terminal Joyoboyo, Surabaya. Tes urine yang digelar bersama Dinas Perhubungan Surabaya itu menyasar sopir angkutan umum, sopir bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP), dan sopir bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP).

Dari 38 sopir yang urinenya dites, 13 persen atau lima orang dinyatakan positif narkoba.

''Lima orang dinyatakan positif. Mereka diduga menggunakan narkoba,'' ungkap Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti.

Dia menjelaskan, kandungan dalam sampel urine lima sopir itu adalah MDMA (methylenedioxy methamphetamine) atau yang lebih dikenal dengan ekstasi.

Satu sopir berusia di bawah 30 tahun. Empat sisanya berusia di atas 30 tahun. Suparti melanjutkan, temuan lima di antara 38 sopir yang menggunakan narkoba itu cukup memprihatinkan.

 Mengacu penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia, sering kali ditemukan dua persen atau sekitar satu dari 50 sampel urine yang dinyatakan positif narkoba. Artinya, kondisi sopir di Terminal Joyoboyo itu di luar kewajaran. Lima sopir itu akan mendapatkan perhatian khusus dari BNNK Surabaya dan dishub. Kandungan urine mereka akan diperiksa lebih detail.

''Kami akan meneliti apakah mereka pengguna berat atau ringan,'' imbuhnya.

BNNK Surabaya akan memproses hasilnya selama kurang dari 24 jam. Pemeriksaan itu akan berpengaruh terhadap tindakan yang harus dilakukan terhadap lima sopir tersebut.

Seluruh hasil pemeriksaan akan diberikan BNNK Surabaya kepada dishub untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Pengguna berkadar ringan bisa menjalani rawat jalan. Sedangkan sopir yang ketahuan sebagai pengguna berat narkoba akan menjalani rawat inap yang lebih intensif.

Sementara itu, Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim juga mengantisipasi kesehatan pengemudi bus yang mengangkut penumpang antarkota dan antarprovinsi.

 Mereka bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menyiagakan petugas di setiap terminal. Setiap sopir bus diperiksa sebelum berangkat.

 ''Kami siapkan posko khusus untuk pemeriksaan kesehatan,'' ujar Kadishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi.

Ada beberapa tes kesehatan yang harus dijalani semua pengemudi bus. Yaitu, tekanan darah, kondisi kesehatan, hingga tes untuk memastikan mereka tidak sedang mengonsumsi minuman beralkohol atau narkoba. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai H-7 Lebaran hingga H+7.

Hasil tes bisa langsung diketahui. Bagi sopir yang hasil tesnya tidak sesuai, mereka tidak diperkenankan mengemudikan bus. Tugasnya harus digantikan sopir lain yang dalam keadaan sehat.

SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya mengadakan tes urine terhadap para sopir di Terminal Joyoboyo, Surabaya. Tes urine yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News