JPNN.com

Lisda Hendrajoni: Jangan Biarkan Pemerintah Sendirian Menghadapi Semua Bencana Ini

Selasa, 19 Januari 2021 – 22:21 WIB
Lisda Hendrajoni: Jangan Biarkan Pemerintah Sendirian Menghadapi Semua Bencana Ini - JPNN.com
Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni. Foto: source for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni prihatin dengan bencana alam yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 di tanah air.

Lisda menyatakan penanggulangan bencana akan menjadi maksimal jika dilaksanakan secara bergotong royong oleh semua elemen masyarakat.

“Jangan biarkan pemerintah, aparat keamanan, dan pihak terkait saja yang menghadapi semua bencana tersebut. Setiap elemen masyarakat dapat berperan serta dalam penanggulangan, sehingga penanganan dapat cepat terlaksana,” kata Lisda saat meninjau penanggulangan bencana longsor di Kabupaten Sumedang Jawa Barat, beberapa hari yang lalu.

Lisda juga mengapresiasi cepatnya respons pihak keamanan dan BPBD dalam penanggulangan bencana, mulai dari proses evakuasi hingga setelah bencana, selalu berada di garda terdepan.

“Saya melihat langsung bagaimana koordinasi antara pemerintah dan sukarelawan dalam penanggulangan bencana longsor yang terjadi di sini. Kami pribadi mengapresiasi kinerja dari pihak keamanan baik itu dari TNI maupun Polri serta pihak BNPB atau BPBD melalui Tagana di daerah yang selalu berada di garda terdepan, dalam penanggulangan bencana.,” ungkapnya.

Lisda menambahkan kepada seluruh petugas terutama yang berada di pengungsian agar menata lokasi, sehingga protokol kesehatan tetap terjaga dan tidak menjadi klaster baru Covid-19.

“Karena masih dalam pandemi, penanganan tentu akan lebih sulit. Teruatama agar terhindar dari klaster-klaster perlu adanya penataan lokasi pengungsian dan penampungan sehingga protokol kesehatan tetap terlaksana, agar tidak mengakibatkan klaster baru,” ujar Lisda.

Dia berharap kepada pemerintah agar melakukan pemetaan daerah yang rawan bencana dan kemungkinan yang terburuk yang timbul, sehingga dapat meminimalisasi kemungkinan jatuhnya korban yang lebih banyak.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...