Lockdown Corona Bikin Miskin, Pemerintah Delhi Naikkan Harga Bensin

Lockdown Corona Bikin Miskin, Pemerintah Delhi Naikkan Harga Bensin
Ilustrasi pompa bensin. Foto: Pixabay

jpnn.com, DELHI - Sebagai upaya menutup defisit pendapatan selama pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) yang masih berlangsung di India, pemerintah Delhi pada Selasa (5/5) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar.

Kenaikan harga ini merupakan hasil keputusan pemerintah Delhi untuk menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bensin menjadi 30 persen dari semula 27 persen. Sementara untuk diesel kenaikannya nyaris dua kali lipat, dari semula 16,75 persen ke 30 persen.

Dengan kenaikan tersebut, bensin akan dijual dengan harga sekitar INR 71,26 (Rp 14.231) per liter, sementara diesel sekitar INR 69,39 (Rp 13.587) per liter.

Keputusan pada Selasa tersebut menjadi upaya kedua berturut-turut dari pemerintah Delhi dalam menggenjot pendapatannya guna menutup defisit pendapatan selama lockdown, yang masih diberlakukan untuk menghentikan penyebaran pandemi COVID-19.

Sebelumnya pada Senin malam, pemerintah Delhi memutuskan untuk mengenakan "Biaya Khusus Korona" sebesar 70 persen pada harga minuman keras.

India memberlakukan lockdown sejak 25 Maret dan sempat diperpanjang dua kali, yakni pada 14 April selama 19 hari dan pada 1 Mei untuk tambahan dua pekan yang akan berakhir pada 17 Mei mendatang.

Selama lockdown, hampir semua kegiatan manufaktur dan penjualan ritel terpaksa ditutup, sehingga menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi pendapatan pemerintah pusat maupun negara-negara bagian. (xinhua/ant/dil/jpnn)

Pemerintah Delhi pada Selasa (5/5) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar untuk mengatasi defisit anggaran akibat lockdown corona


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Xinhua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News