Lukita Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Batam Jadi 4,5 Persen

Lukita Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Batam Jadi 4,5 Persen
Lukita Dinarsyah Tuwo. Foto: batampos/jpg

Selain itu, pembangunan Tanjungsauh juga akan berpengaruh untuk peningkatan perekonomian. Diperkirakan akan mulai beroperasi lima atau enam tahun kedepan. Tanjungsauh ini, diproyeksikan untuk mengambil pasar di selat Malaka.

"Tetapi menunggu kami juga akan mengembangkan pelabuhan Batuampar. Selain itu, bandara juga akan kita perluas," katanya.

Menurut mantan Sesmenko ini, pembangunan infrastruktur bandara juga akan memberikan kontribusi. Dalam waktu dekat terminal II akan dikembangkan.

Di mana saat ini sudah tidak memungkinkan. kapasitas penumpang di terminal yang ada sekrang hanya 3 juta orang tetapi penumpang yang datang mencapai 6 juta orang. Termasuk mendorong perkembangan industri pariwisata.

"Terminal dua ini akan lansung kita lelang di akhir tahun. Selain itu kita juga memperluas terminal kargo. Kita mau kembangkan Batam menjadi menjadi kota logistik," katanya.

Ini optimis ini semua akan terwujud karena memang perizinan lahan, dan perizinan lainnya di BP Batam sudah terus ditingkatkan.

"Kita terus memperbaiki pelayanan. Termasuk sudah banyak calon investor yang bertanya masalah investasi. Kalau izin dan pelayanan bagus barulah mereka mau investasi," tegasnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri di Batam Gusti Raizal Eka Putra juga mengatakan bahwa pelan-pelan perekonomian di Batam ini sudah mulai tumbuh. Beberapa sektor industri juga sudah mulai menggeliat.

Pertumbuhan ekonomi Batam, Kepulauan Riau, tahun ini diperkirakan mencapai 4,5 persen. Ini karena kondisi perindustrian yang mulai membaik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News