Macet Merak Belum Teratasi

Menhub Tak Jamin Dapat Atasi Kemacetan

Macet Merak Belum Teratasi
Macet Merak Belum Teratasi
Terkait sembilan kapal bantuan yang dioperasikan pada lintasan Merak-Bakauheni, Menhub memastikan tidak ada batas waktu yang ditentukan. "Sampai kemacetan teratasi dan tidak ada batas waktu. Bila perlu kita subsidi perusahaan pemilik kapal yang mengirimkan kapal," tandasnya.

Mengenai peremajaan kapal-kapal tua dan pengadaan kapal roro baru di Merak, menurut Menhub tidak perlu dilakukan. Perawatan kapal serta jadwal docking yang jelas, kata Menhub, menjadi satu hal yang harus diperhatikan para pengusaha kapal. "Tidak hanya itu, dalam waktu dekat yang harus diperhatikan bagaimana trip kapal dalam sehari bisa tercapai empat. Serta memaksimalkan pengoperasian kapal roro. Kalau cuaca buruk jangan dipaksakan kapal untuk berlayar," katanya.

Untuk mengatasi kesulitan kapal roro bersandar baik di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni Lampung karena gelombang, Kemenhub dalam waktu dekat akan membangun water break (pemecah ombak) dan pemecah arus di setiap dermaga. "Mudah-mudahan tahun ini selesai," paparnya.

Pelaksana Tugas Kepala PT Indonesia Ferry Sirajuddin Saini dalam paparannya kepada Menhub mengatakan, normalnya capaian trip kapal di Pelabuhan Merak dalam sehari mencapai 96. Namun, saat ini jumlah trip yang tercapai setiap hari hanya 62 sampai 65 trip. "Ini berarti satu kapal kurang dari empat trip dalam beroperasi. Jumlah trip normal jika kapal yang dioperasikan antara 30 hingga 33. Sementara saat ini hanya 19 sampai 23 kapal saja," ungkapnya.

MERAK - Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi tidak berani menjamin bahwa kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Merak hingga memasuki tol Merak-Tangerang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News