Mahasiswa Desak Pemerintah Tolak Revisi UU Pertanahan

Mahasiswa Desak Pemerintah Tolak Revisi UU Pertanahan
Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/9). Foto : Fathan Sinaga

jpnn.com, JAKARTA - Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bergerak atau Ampera menggelar aksi di area depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/10) pukul 14.00 WIB. Dalam aksi kali ini, mahasiswa membawa sembilan tuntutan aksi kepada Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi di Hari Sumpah Pemuda ini.

Koordinator aksi Bayu Sangkala menyebut pihaknya menuntut dilaksanakannya reformasi agraria. Kemudian, massa menuntut penyelesaian bencana asap di Sumatra dan Kalimantan

"Hentikan bencana asap yang terjadi di Sumatea dan Kalimantan, serta berikan pengobatan gratis terhadap korban asap serta berikan pengobatan gratis terhadap korban asap," kata Bayu dalam aksinya di lokasi, Senin ini.

Selanjutnya, kata Bayu, Ampera menuntut pemerintah menolak Revisi Undang-undang Pertanahan karena tidak berpihak ke rakyat. Ampera juga menuntut pemerintah menolak UU KPK hasil revisi dan menolak Revisi UU Ketenagakerjaan.

"Tarik mundur militer dari tanah Papua dan hentikan operasi militer di Papua," ucap Bayu membacakan tuntutan keenam.

Selanjutnya, Ampera menuntut pemerintah memberikan hak yang demokratis bagi rakyat Papua. Hingga saat ini, Ampera menilai kebebasan berpendapat rakyat Papua banyak dibelenggu.

"Selanjutnya, berikan akses seluas-luasnya bagi rakyat untuk menempuh pendidikan terkhusus anak buruh di perkotaan dan anak kaum tani di pedesaan. Terakhir, berikan lapangan pekerjaan yang pasti bagi tenaga produktif," timpal Bayu. (mg10/jpnn)

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bergerak atau Ampera menggelar aksi di area depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/10) pukul 14.00 WIB


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News