Mahfud MD: Jangan Lagi Ada Kecurigaaan Militer Anti-HAM

Mahfud MD: Jangan Lagi Ada Kecurigaaan Militer Anti-HAM
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri) berjalan bersama Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono saat kunjungan kerja ke Mako Korps Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (29/7). Foto: ANTARA/Nova Wahyudi

jpnn.com, JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD meminta semua pihak agar jangan ada lagi kecurigaan bahwa militer anti-HAM (Hak Asasi Manusia) di zaman reformasi seperti sekarang ini.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Markas Komando Pasukan Marinir (Pasmar) TNI Angkatan Laut di Jakarta.

"Di era reformasi ini, pertahanan dan keamanan harus diletakkan dalam bingkai perlindungan hak asasi manusia yang sudah masuk dalam undang-undang dan juga sudah dijadikan bekal bagi prajurit TNI dalam melaksanakan tugasnya," kata Mahfud dalam pernyataan tertulis, Rabu.

Mahfud memastikan bahwa prajurit TNI juga sudah memiliki buku saku tentang tata cara melaksanakan pertempuran sesuai dengan hukum humaniter internasional.

"Hari ini saya melihat bahwa prajurit TNI sudah mempunyai buku saku tentang tata cara melaksanakan pertempuran sesuai dengan hukum humaniter internasional. Jangan ada lagi kecurigaan bahwa militer anti-hak asasi," katanya.

Dalam kunjungan itu, Menko Polhukam menyampaikan rasa bangganya karena TNI, khususnya TNI AL, memiliki pasukan khusus antiteror dengan kemampuan teknik, dan didukung peralatan yang cukup memadai.

"Yang terpenting adalah mereka mempunyai semangat berjuang yang tinggi untuk mempertahankan kelangsungan Negara Republik Indonesia yang diraih kemerdekaannya dengan susah payah," katanya.

Sebagai pewaris kemerdekaan, kata dia, generasi penerus memiliki tanggung jawab sebagai anak bangsa untuk selalu menjaga kemerdekaan, kedaulatan, kemakmuran, serta memajukan bangsa berdasarkan fungsi masing-masing.

Menko Polhukam Mahfud MD meminta semua pihak agar jangan ada lagi kecurigaan bahwa militer anti-HAM.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News