Main Petak Umpet, Siswa Terjun dari Lantai 3

Main Petak Umpet, Siswa Terjun dari Lantai 3
Tempat Affan jatuh. Foto: Radar Surabaya/Jawa Pos

SURABAYA - Salah seorang siswa dari SMPN 1 Surabaya, Affan Fardan Navandra dilaporkan terjatuh dari lantai 3. Dia jatuh saat main petak umpet di lantai 3 gedung sekolah. Peristiwa  itu terjadi saat jam istirahat kedua, sekitar pukul 11.30. Jam istirahat seperti itu memang kerap dimanfaatkan siswa untuk bermain atau makan di kantin sekolah. Affan dan teman sekelasnya memilih bermain petak umpet.

Kebetulan, siswa kelas VII itu mendapat bagian bersembunyi. Bersama seorang kawannya, Hilmi, dia langsung mencari lokasi yang aman agar tidak tertangkap. Beberapa spot andalan untuk bersembunyi ternyata sudah diisi kawan-kawannya. Merasa tubuhnya kecil, Affan mengajak Hilmi bersembunyi di atas kanopi di balik pagar pelindung lantai 3 di depan kelasnya.

Benar saja, spot pilihan Affan tersebut ampuh. Murid yang kebagian berjaga dalam permainan petak umpet itu sulit menemukan Affan dan Hilmi. Berhasil mengecoh dalam waktu lama, Hilmi mengajak Affan berpindah lokasi.

''Dia (Affan, Red) sudah diajak pindah lokasi. Soalnya, kanopi itu sudah bunyi kretek-kretek,'' ujar salah seorang teman Affan yang ikut bermain petak umpet.

Namun, Affan tidak menggubris ajakan temannya tersebut. Petaka akhirnya tiba. Kanopi tempat Affan bersembunyi tiba-tiba retak, terutama di bagian tempat dia berdiri. Bocah asal Rangkah itu pun terperosok. Dia jatuh dari ketinggian 12,5 meter dengan posisi kaki lebih dulu mendarat di lantai.

Jeritan murid-murid yang melihatnya pun langsung terdengar. Hilmi yang masih berada di atas kanopi berteriak minta tolong. Untung, teman-temannya segera datang dan menolong.

Sementara itu, di lantai dasar, Affan yang terjatuh di depan toilet langsung tidak sadar diri. ''Kami langsung memberikan pertolongan pertama. PMR sekolah juga langsung menghubungi PMI. Akhirnya, Affan kami larikan ke rumah sakit,'' jelas Kepala SMP Negeri 1 Surabaya Titik Sudarti.

Dia mengaku sudah sering mengingatkan para siswa agar tidak bermain petak umpet di lantai 3. Selain akan membuat mereka lelah saat pelajaran, lokasi bermain yang terletak di lantai 3 mengundang bahaya. ''Sudah sering kami ingatkan. Bahaya Nak, bahaya,'' katanya.

Titik mengaku kecolongan atas terjatuhnya Affan. Karena itu, dia berencana menempatkan pot-pot bunga di tiap kanopi atau genting yang mungkin bisa dinaiki pelajar. Pagar pembatas juga akan disempurnakan. ''Biar tidak ada siswa yang jatuh seperti ini lagi,'' tegasnya.

Kemarin Jawa Pos mendatangi lokasi tempat jatuhnya Affan. Secara kasatmata, kanopi tempat bersembunyi Affan memang terlihat tidak kuat lagi. Kanopi itu berbahan polikarbonat yang bisa keropos seiring berjalannya waktu. Warna hitamnya juga sudah memudar.

Lantai 2, tepat di bawah kanopi itu, juga tidak diberi terali besi penyangga. Artinya, tidak ada penghalang benda yang jatuh dari lantai 3 ke lantai dasar. Itu pula yang terjadi pada Affan.

Sementara itu, Affan yang ditemui di ruang bedah IGD RSUD dr Soetomo tampak kesakitan. Setiap menggerakkan kaki kanannya, dia merintih. Lebam juga terlihat di siku kanan bocah 12 tahun tersebut. "Saya tidak tahu jatuhnya di mana," ujar pelajar kelas VII itu, kemudian memejamkan mata.

Menurut dr Hannan, salah sorang dokter yang menangani Affan, bocah itu mengalami dislokasi sendi panggul. "Mangkuknya (sendi, Red) bergeser dari tempatnya," tuturnya. Siku kanan korban juga mengalami trauma. Hannan memperkirakan, korban jatuh dengan posisi miring ke kanan. Untung, tidak ada luka lain atau trauma organ dalam.

Setelah diobservasi, Affan langsung dibawa ke ruang operasi IGD. Keluarga dan guru korban ikut mengantarnya sampai kamar operasi. Hannan menambahkan, operasi hanya dilakukan untuk mengembalikan posisi tulang. "Nanti digips," ujarnya.

Dia memprediksi, pasien itu tidak lama berada di IGD. Setelah dari ruang operasi, pasien dibawa ke ruang observasi intensif (ROI), kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap.
(rid/puj/lyn/c5/fat/flo/jpnn)

 

 



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News