Makam Ini Tidak Lazim, Panjangnya 8 Meter, Ada Tiga Batu Nisan

Makam Ini Tidak Lazim, Panjangnya 8 Meter, Ada Tiga Batu Nisan
Tokoh masyarakat Pancur menunjukkan makam Ki Mas Dawa. Foto: Banten Raya

Artinya peristiwa hidup dan wafatnya Ki Mas dawa tidak pernah ada yang mengetahuinya secara persis karena peristiwa itu sudah berlangsung cukup lama.

Cerita tentang Ki Mas Dawa hanya berkembang dari mulut ke mulut dan tidak ada yang mengetahui secara detail kiprahnya di masa penjajahan seperti apa. "Makam panjang ini sudah ada sejak lama,” Kata Solihin.

Makam Ki Mas Dawa ini menurut Solihin cukup sering dan banyak dikunjungi peziarah yang berasal dari Kota Serang bahkan dari luar daerah seperti Jakarta dan sekitarnya. Mereka biasanya datang untuk berziarah dan berdoa di makam keramat itu.

Biasanya makam Ki Mas Dawa ini ramai dikunjungi peziarah pada hari–hari besar Islam, apalagi ketika Idulfitri tiba. "Orang dari luar daerah Kota Serang berdatangan ke makam Ki Mas Dawa kemungkinan tahu informasinya dari mulut ke mulut," tuturnya.

Muhtar Efendi, salah seorang warga Taktakan, mengatakan bahwa Ki Mas Dawa dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai seorang pejuang penjajah di Kelurahan Pancur.

"Hanya saja sampai saat ini belum ada yang tahu persis kisah hidup Ki Mas Dawa. Penamaan Ki Mas Dawa sendiri kemungkinan merujuk pada panjangnya makam keramat tersebut. Dawa sendiri dalam bahasa Jawa Serang bermakna panjang," katanya. (tohir/bantenraya)

Konon menurut cerita, Ki Mas Dawa adalah seorang pejuang di zaman perjuangan kemerdekaan.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News