Malaysia Terima Bayi Selundupan

Malaysia Terima Bayi Selundupan
SEORANG perawat di sebuah rumah sakit di Kalimantan Barat, menggendong bayi yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Upaya penyelundupan oleh sindikan perdagangan bayi digagalkan jajaran kepolisian di Kalbar. Foto : Pontianak Pos/JPNN
BENGKAYANG - Beragam modus dilakukan sindikat penyelundupan bayi ke Sarawak, Malaysia. Salah satunya dengan mengincar ibu-ibu hamil yang 'bermasalah', baik karena hamil diluar nikah, butuh dana untuk hidup, maupun persoalan lain.

Sebuah LSM di Kalimantan Barat yang bernama Lembaga Bantuan Hukum Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH-PIK), pernah  mendampingi pengungkapan kasus perdagangan anak pada tahun 2002. Kasus tersebut diungkap Polisi Diraja Malaysia yang selanjutnya bekerjasama dengan Polda Kalbar. Sebanyak 12 bayi yang akan dijual ditemukan di sebuah rumah di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Setelah dilakukan investigasi ternyata ibu ke-12 anak tersebut berwarga negara Indonesia. Namun tidak satupun dari mereka mengetahui bahwa anaknya akan dijual. Trafficking in person tersebut rupanya didahului dengan penipuan. “Sebagian besar, bahkan semua ibu bayi waktu itu merupakan korban penipuan. Mereka tidak tahu anaknya akan dijual,” ucap Direktur LBH PIK Pontianak, Roslaini Sitompul.

Dijelaskan Roslaini, modus operandi kejahatan ini dilakukan sangat terencana dan rapih. Tidak membawa bayi untuk melintas di pos lintas batas, tapi memboyong perempuan hamil ke Malaysia. Ada dua pos lintas batas yang digunakan, Entikong dan Jagoi Babang. Hal itu memudahkan untuk mengelabui aparat kedua negara. Jika membawa bayi akan lebih sulit, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. “Hampir semuanya seperti itu,” kata Roslaini kepada JPNN, kemarin.

BENGKAYANG - Beragam modus dilakukan sindikat penyelundupan bayi ke Sarawak, Malaysia. Salah satunya dengan mengincar ibu-ibu hamil yang 'bermasalah',

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News