Manfaatkan Bonus Demografi, Ketua MPR Ajak Pemuda Tingkatkan Kualitas

Webinar Nasional Peluang dan Tantangan Pemuda Menuju Era 5.0*

Manfaatkan Bonus Demografi, Ketua MPR Ajak Pemuda Tingkatkan Kualitas
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda Indonesia dengan rentang usia 16-30 tahun diperkirakan 64,5 juta jiwa, atau hampir seperempat dari total penduduk Indonesia.

"Seberapa jauh jumlah tersebut berkontribusi pada upaya membangun dan memajukan bangsa akan sangat tergantung pada tingkat kompetensi dan kualitas pemuda sebagai sumber daya pembangunan," ujar Bamsoet dalam webinar nasional “Peluang dan Tantangan Pemuda Menuju Era 5.0” yang digelar Universitas IVET Semarang secara virtual, Minggu (21/2).

Ketua ke-20 DPR RI ini menjelaskan dari aspek latar belakang pendidikan, sebagian besar pemuda Indonesia atau 74,18 persen merupakan lulusan SMA dan SMP. Perinciannya, sebanyak 38,77 persen lulusan SMA/sederajat dan 35,41 persen lulusan SMP/sederajat.

Pemuda yang menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi hanya sebesar 10,36 persen.

Kemduian, sekitar 11,97 persen pemuda hanya tamat SD/sederajat.

Sisanya 3,49 persen tidak tamat SD atau belum pernah sekolah.

Ia menambahkan dari besarnya jumlah penduduk usia muda di Indonesia, ternyata potensi ekonomi dan ketenagakerjaan pemuda yang diukur berdasarkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga belum optimal.

“TPAK pemuda Indonesia pada tahun 2020 sebesar 61,31 persen atau mengalami penurunan jika dibandingkan TPAK pada tahun 2019 sebesar 61,96 persen," jelas Bamsoet.

Menurut Ketua MPR Bambang Soesatyo, bonus demografi merupakan momen langka dalam perjalanan sebuah bangsa, sehingga harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News