Mantan PM Australia Bantah Pernah Lontarkan Komentar Anti-Islam Setelah 9/11

Mantan PM Australia Bantah Pernah Lontarkan Komentar Anti-Islam Setelah 9/11
Perdana Menteri Australia John Howard berada di Washington, AS, saat terjadi serangan 11 September 2001. (Reuters: Kevin Lamarque)

Mantan Perdana Menteri Australia John Howard membantah dirinya pernah membuat komentar anti-Islam selama masa jabatannya di tahun-tahun awal setelah 9/11.

Dalam wawancara dengan radio Triple J milik ABC dalam rangka peringatan 20 tahun serangan 11 September, John Howard diminta untuk merenungkan kembali komentar-komentarnya tentang umat Islam saat itu.

Pembawa acara program Hack dari Triple J, Avani Dias, menanyakan kepada mantan perdana menteri soal komentar yang membuat warga Muslim di Australia yang merasa seperti orang asing di negaranya sendiri.

"Saya tidak pernah membuat komentar anti-Islam. Tidak, maaf saja ya, saya tidak akan menerima tuduhan itu. Itu sama sekali keliru," katanya.

"Saya tidak akan terima bila dituduh saya mendorong permusuhan terhadap warga Muslim di Australia. Saya justru banyak melakukan hal yang sebaliknya," ucap John.

Avani kemudian mengutip laporan dari tahun 2006, di mana John Howard mengatakan warga Muslim yang datang ke Australia harus belajar Bahasa Inggris dengan cepat dan harus memperlakukan kaum perempuan dengan lebih baik agar bisa menyesuaikan dengan nilai-nilai yang berlaku di Australia.

John Howard: Siapa yang mengatakan itu?

Avani Dias: Anda mengucapkannya, pada tahun 2006.

Mantan PM Australia John Howard membantah dirinya pernah membuat komentar anti-Islam selama masa jabatannya setelah serangan 11 September 20 tahun lalu

Sumber ABC Indonesia