Manuel Dwinanto Iskandar, Anggota AL Amerika Serikat Asal Kebon Jeruk

Kunjungi Orang Tua Harus Pakai Visa

Manuel Dwinanto Iskandar, Anggota AL Amerika Serikat Asal Kebon Jeruk
Manuel Dwinanto Iskandar (kiri) saat menjalankan tugas menjadi penerjemah dalam misi Pacific Partnership 2012 di Manado, Minggu (3/6). Foto : Thoriq Solikhul Karim/Jawa Pos
 

Namun, meski pulang ke rumah orang tua sendiri, Iskandar tak bisa begitu saja terbang ke Jakarta. Sebab, dia mesti menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan bagi orang asing yang masuk ke Indonesia. Selain paspor, Iskandar harus mendapatkan visa kunjungan ke Indonesia terlebih dahulu.

Untuk itu, dia tidak bisa langsung terbang dari Bandara Sam Ratulangi Manado ke Soekarno-Hatta Cengkareng. Namun, mesti ke Singapura dulu untuk mengurus visa, baru bisa masuk Jakarta. "Kalau dulu saya ke Jakarta tidak perlu mengurus visa. Sekarang untuk ketemu orang tua diperlukan visa," tuturnya, lantas tersenyum.

 

Keputusannya menjadi personel Angkatan Laut AS memang menimbulkan pertanyaan. Apakah karena alasan kesejahteraan atau kecewa terhadap bangsa Indonesia?  Sambil tersenyum Iskandar menjawab diplomatis.

 

Menurut dia, keputusan itu tidak berkaitan dengan perbedaan kesejahteraan yang diterima anggota militer di Indonesia ataupun AS. Dia bergabung di US Navy karena kebetulan berada di negara tersebut. "Saat itu saya sedang tinggal di sana. Pilihan saya pun mendaftar (AL AS) di tempat itu. Tidak ada pertimbangan lain," tegas dia.

Di antara ribuan awak United States Navy Ship (USNS) Mercy yang mengikuti program Pacific Partnership di perairan Manado pada 31 Mei"15 Juni,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News