Marc Marquez Tertekan, Andrea Dovizioso Nothing to Lose

Marc Marquez Tertekan, Andrea Dovizioso Nothing to Lose
Marc Marquez. Foto: crash

jpnn.com, SELANGOR - Kekalahan telak Marc Marquez dari Andrea Dovizioso di MotoGP Malaysia, di Sepang Minggu (29/10) kemarin bisa membuat Marquez datang ke seri terakhir Valencia, 12 November nanti dalam tekanan besar.

Sejak naik ke kelas MotoGP 2013 lalu, Marquez sudah meraih tiga gelar juara dunia. Dari ketiganya, hanya Dovizioso rival yang belum berstatus juara dunia kelas premium.

Persaingan paling sengit dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP terjadi pada musim debutnya di MotoGP. Saat itu Marquez bertarung ketat dengan Jorge Lorenzo.

Saat itu, Jorge Lorenzo sudah mengoleksi dua gelar juara dunia MotoGP, yakni 2010 dan 2012. Dalam satu musim itu, Lorenzo yang masih membela Movistar Yamaha meraih delapan kemenangan. Sementara, Marquez hanya enam kemenangan dalam perjalanannya merengkuh gelar juara di musim debutnya itu.

Setelah itu, persaingan perebutan gelar juara dunia tak terlalu berat bagi Marquez. Pada 2014 dia berhadapan langsung dengan Valentino Rossi yang hanya memenangi dua seri dalam satu musim. Kemudian pada 2016, kembali menghadapi the Doctor-julukan Rossi- yang kembali memenangi dua seri saja. Marquez memastikan gelar juaranya musim lalu di GP Jepang, empat seri terakhir sebelum penutupan musim.

Musim 2017 ini, Marquez menemukan tantangan sengit dari lawan yang tidak diduga-duga sebelumnya. Seorang joki yang selama bertahun-tahun hanya diperhitungkan sebagai rider medioker. Dovizioso datang memasuki persaingan ketat dengan Marquez sebagai kuda hitam. Fenomena Dovi inilah yang bisa membuat Marquez frustrasi.

Dovi memenangi enam balapan sejauh ini. Jumlah kemenangan yang sama seperti yang diraih Marquez. Dovi juga berhasil memecundangi sang juara dunia tiga kali di momen-momen krusial dan tak terduga. Misalnya di Austria dan Jepang. Setelah terlibat duel sengit, Dovi melibas Marquez di tikungan terakhir. Sebuah kekalahan yang kemungkinan besar tak pernah diperhitungkan oleh Marquez.

Meski unggul 21 poin, Marquez bisa jadi akan berangkat ke Sirkuit Ricardo Tormo dua pekan ke depan dalam posisi tertekan. Frustrasi setelah gagal menghentikan perlawanan Dovi di Sepang, Minggu lalu bisa jadi salah satu faktornya. Di sisi lain Dovi akan berangkat dengan nothing to lose.

Musim ini, Marc Marquez menemukan tantangan sengit dari lawan yang tidak diduga sebelumnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News