JPNN.com

Mardani PKS Serang Jokowi soal Calon Dubes, Politikus Hanura Pasang Badan

Selasa, 19 Mei 2020 – 07:00 WIB Mardani PKS Serang Jokowi soal Calon Dubes, Politikus Hanura Pasang Badan - JPNN.com
Dewn Kehormatan Hanura Gery Hakubun (kiri). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan Partai Hanura Gerry Hukubun mengapresiasi nama-nama calon duta besar pilihan Presiden Jokowi yang sudah diserahkan ke DPR. Dia pun menegaskan, apa yang dilakukan eks Wali Kota Solo itu bukan sekadar bagi-bagi kue.

“Pak Jokowi sudah sangat bijak melihat potensi calon duta besar yang disodorkannya. Dan tidak selamanya semua calon duta besar yang diusulkan Pak Jokowi adalah pendukung beliau,” tegas GH, kemarin.

Penyataan GH ini menanggapi kritikan politisi PKS Mardani Ali Sera kepada Jokowi yang seakan-akan membagi-bagi kue kemenangan melalui pembagian pos duta besar.

Menurut GH, jika ada pemikiran seperti itu, berarti orang tersebut tidak paham peran duta besar di luar negeri. Padahal, dengan kemajuan teknologi saat ini, negara sangat membutuhkan para duta besar yang mempunyai kemampuan di bidang marketing komunikasi. Pasalnya, mereka akan menjadi duta investasi.

“Hanya karena pejabat karier, tidak menjamin orang tersebut mempunyai kemampuan manejerial dan marketing menjemput bola yang lebih baik dari orang-orang di luar pejabat karier,” kata GH yang aktif di sektor ekonomi dan diplomasi luar negeri ini.

Selain itu, lanjutnya, perlu diketahui bahwa jabatan duta besar bukan hanya jabatan karier tapi juga politik. Sehingga kalimat "tidak etis" yang dilontarkan, menurut GH, tidak pantas disampaikan.

Politisi muda Hanura ini lantas mencontohkan Tantowi Yahya yang sebelumnya adalah tim sukses Pabowo-Hatta pada Pilpres 2014. Tantowi cukup kritis sewaktu menjadi salah satu juru bicara pasangan Prabowo-Hatta. Namun, Jokowi memilih yang bersangkutan menjadi duta besar untuk Selandia Baru, Tonga dan Samoa karena potensi seorang Tantowi.

“Terbukti bahwa Pak Jokowi tidak membagi-bagi “kue” untuk pendukungannya melainkan ke orang-orang yang dianggap pantas dan layak,” jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil