Masa Depan Muhaimin di PKB Terancam Jika Tokoh ini Terpilih Ketum PBNU?

Masa Depan Muhaimin di PKB Terancam Jika Tokoh ini Terpilih Ketum PBNU?
Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC) A Khoirul Umam. Foto: Dokumentasi pribadi for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Politik A Khoirul Umam ragu kepemimpinan Muhaimin Iskandar masih akan mendominasi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jika Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar Ke-34.

Khoirul memprediksi hasil pemilihan ketua umum PBNU menentukan masa depan Muhaimin Iskandar di PKB.

Khoirul menyatakan pandangannya merujuk pada kontestasi dua calon kuat Ketua Umum PBNU, yaitu petahana Kiai Said Aqil Siradj dan Gus Yahya.

“Jika dipetakan, Kiai Yahya Cholil Staquf merupakan kakak kandung Menteri Agama Gus Yaqut, yang notabene berada di gerbong tersendiri dalam dinamika internal PKB,” ujar Khoirul Umam dalam keterangannya, Selasa (19/10).

Menurut Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina, Jakarta ini, jika Kiai Yahya menang di Muktamar NU nanti, maka hal itu berpotensi mengonsolidasikan kekuatan politik yang mengancam dominasi politik Muhaimin.

"Cak Imin mampu bertahan sekitar 20 tahun di pucuk kepemimpinan PKB,” katanya.

Cak Imin merupakan nama lain dari Abdul Muhaimin Iskandar, yang saat ini juga kerap memperkenalkan diri sebagai Gus AMI.

Khoirul Umam, yang turut menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC) mengatakan Gus Yahya mempunyai kedekatan dengan Keluarga Ciganjur.

Masa depan Muhaimin Iskandar di PKB terancam jika tokoh ini yang terpilih menjadi ketua umum PBNU. Benarkah?

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News