Masa Panen Tiba, Kementan Berharap Pendapatan Petani Makin Terangkat

Masa Panen Tiba, Kementan Berharap Pendapatan Petani Makin Terangkat
Panen padi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Foto: Kementan.

jpnn.com, PANDEGLANG - Sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kecamatan Sobang, Panimbang, dan Cikeusik, di Kabupaten Pandeglang, Banten melakukan panen padi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memberikan apresiasi atas keberhasilan pertanian di Pandeglang.

"Kami berharap petani bisa terus meningkatkan produktivitas. Karena dengan cara itu ketahanan pangan bisa sama-sama dijaga," kata Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, petani abad 21 di era digital 4.0 hendaknya tidak lagi berpikir tanam, petik, lalu jual.

Dedi mendorong petani mengubah semangat dan etos kerja, dari sekadar bertani menjadi pengusaha dengan membentuk korporasi.

"Didukung dengan inovasi dan mekanisasi, maka petani akan menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani," katanya.

Untuk menghindari harga turun, petani di Pandeglang diminta tidak langsung menjual gabah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengungkapkan sebenarnya pemerintah telah mengatur harga jual gabah petani.

Demi menghindari turunnya harga, Kementan meminta petani di Pandeglang, Banten, yang panen tidak langsung melakukan penjualan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News