Masa Tenang Pemilu 2024, Bawaslu Wondama Mewaspadai Politik Uang
jpnn.com - WASIOR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mewaspadai potensi kecurangan pemilu, terutama politik uang, selama masa tenang. Adapun masa tenang Pemilu 2024 berlangsung 11-13 Februari 2024.
Menurut Anggota Bawaslu Teluk Wondama Askanar Kapisa, politik uang merupakan satu dari tiga isu krusial dalam Pemilu 2024 yang mendapatkan atensi khusus dari Bawaslu.
"Masa tenang itu titik rawan terutama yang berkaitan dengan politik uang," kata Askanar di Wasior, Sabtu (10/2).
Menurut dia, Bawaslu mendorong peran aktif seluruh pemangku kepentingan, seperti tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk mengawasi potensi kecurangan pemilu.
Pengawasan partisipatif sangat diperlukan demi mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang berkualitas, jujur, adil, dan bermartabat untuk melahirkan pemimpin selama lima tahun mendatang.
“Personel Bawaslu sangat terbatas. Jadi, kami butuh peran aktif semua komponen supaya bisa sama-sama mengawasi pemilu," ucap Askanar.
Tokoh Agama Islam Teluk Wondama Abudin Ohoima menyebut politik uang sering terjadi dalam penyelenggaraan pemilu karena pengawasan kurang maksimal.
Oleh karena itu, dia mengajak seluruh tokoh agama dan lembaga keagamaan di Teluk Wondama untuk turut terlibat melakukan pengawasan terhadap potensi kecurangan dalam pemilu.
Bawaslu Wondama, Papua Barat, mewaspadai potensi kecurangan pemilu, terutama politik uang, di masa tenang Pemilu 2024.
- Kaesang Minta Kader PSI Kawal Keberlanjutan Pembangunan Infrastruktur di Papua Barat
- Papua Barat Duduki Posisi Puncak Provinsi Inflasi Tertinggi Pada April 2026
- Cegah Money Politic, KPK Minta Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu
- Maskawin Senjata Api Sudah Tradisi, Bukan Kekuatan Melawan Negara
- Nelayan Ditemukan Terombang-Ambing 15 Jam di Perairan Manokwari dan Oransbari
- Apresiasi Agenda Konsolidasi Daerah di PBD, Senator Filep Berharap Pembangunan Pendidikan Makin Progresif
JPNN.com




