Masih Trauma, Jaminem Enggan Pulang Ke Rumah

Masih Trauma, Jaminem Enggan Pulang Ke Rumah
Jaminem. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, GRESIK - Gara-gara dihajar oleh anak kandungnya, AG yang menderita gangguan jiwa, Jaminem enggan untuk pulang. Nenek 79 tahun itu trauma untuk kembali ke rumahnya di Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik.

Gara-gara dihajar si anak, tangan Jaminem sampai patah dan harus dioperasi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (9/12/2018). Sejak itu, AG berkeliaran di jalanan. Belum ada orang yang mencari dan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur di Surabaya. Seorang tetangga Jaminem sering melihat AG nongkrong di perempatan Petro. ''Tidak sulit kok kalau mau mencari. Asal serius,'' ucap seorang tetangga Jaminem kemarin (3/1).

Karena AG masih berkeliaran, Jaminem memilih tinggal di rumah tetangganya, Mul, 56. Di sanalah dia dirawat. Penganiayaan AG terhadap ibunya tidak hanya terjadi sekali. Sudah berkali-kali. Tanpa sebab jelas, tiba-tiba AG memukul. Mata Jaminem memar. Atau, sang ibu mendadak didorong hingga terjatuh. Bahkan, tubuhnya ditendang sampai tangannya patah. ''Sebelum kejadian Minggu malam itu, Bu Inem sering tidur di sini karena habis dianiaya AG,'' ujarnya.

Sejak kejadian tersebut, lanjut Mul, baru sekali petugas datang ke rumah Jaminem. Setelah itu tidak pernah. ''Ya kesulitan kalau mencarinya di sini. Itu lho AG setiap hari nongkrong di situ (perempatan, Red),'' ungkap Mul.

Sejak malam sampai subuh, AG berada di sana dan kadang tidak pulang. Mul kasihan kepada Jaminem. Sudah 26 hari Jaminem tidak berani pulang. Bahkan, keluar dari rumah Mul saja, dia takut. Sebab, rumah Mul juga tidak jauh dari tempat nongkrong AG. Kalau Jaminem ingin keluar, Mul atau anaknya mengecek kondisi luar dulu. ''Ada AG atau tidak,'' katanya.

Bagaimana Jaminem? Dia berharap putra sulungnya itu segera dibawa ke RSJ Menur. ''Pengin segera pulang, tapi masih takut,'' tutur Jaminem. Dia menyebut tiga kali dianiaya dalam sebulan. Didorong, dipukul, dan ditendang.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Munir membantah dinsos tidak berbuat apa-apa. Dia masih berpikir tentang cara menangkap AG. Mengapa? Saat petugas datang, AG langsung lari. Ketika didatangi ke rumahnya, AG juga tidak ada. ''Kami masih cari solusinya,'' jelasnya.

Munir memastikan sudah berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. ''Kalau ketemu AG, kami minta langsung dibawa ke puskesmas. Nanti biar ditangani petugas puskesmas untuk dibawa ke RSJ Menur,'' tegasnya. (son/c14/roz) 

Penganiayaan AG terhadap ibunya tidak hanya terjadi sekali. Sudah berkali-kali. Tanpa sebab jelas, tiba-tiba AG memukul


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News