Masukan untuk Pak Jokowi dari 2 Pengamat Pendidikan

Masukan untuk Pak Jokowi dari 2 Pengamat Pendidikan
Presiden Joko Widodo menyalami para siswa SD pada acara Penyerahan Kartu Indonesia Pintar di SMA Negeri 2 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/6). Foto: Setpres RI

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin berharap Presiden Jokowi memilih orang yang mampu meningkatkan pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengisian kursi menteri di kabibet mendatang.

Hal itu penting agar Indonesia memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi.

"Presiden Jokowi harus memilih menteri yang memiliki keahlian di bidang pendidikan serta paham dan pernah menangani masalah peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan kapasitas SDM dalam menghadapi tantangan global pasca-modern saat ini," kata pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin kepada ANTARA, Jakarta, Minggu (13/10).

Menurut Totok, menteri itu juga harus memiliki integritas dan tidak pernah terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme.

Pendapat yang sama dikatakan Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Andreas Tambah. Dia menuturkan selain mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila, menteri di kabinet Jokowi mendatang harus merupakan orang yang memahami betul tentang karakteristik dan potensi bangsa Indonesia.

Andreas mengatakan, menteri di kabinet 2019-2024 juga harus memahami tantangan dan hambatan untuk mengubah karakter bangsa.

Dikatakan, menteri di kabinet Jokowi mendatang harus merupakan orang yang visioner dan mengetahui peluang-peluang di masa depan untuk membawa Indonesia mencapai lompatan-lompatan kemajuan.

Pasangan capres dan cawapres terpilih hasil pemilihan umum 2019 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik pada Minggu (20/10).

Menteri di Kabinet Jokowi-Ma’ruf itu juga harus memiliki integritas dan tidak pernah terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News