Masyarakat Plural Sebuah Kenyataan

Oleh Romo Odemus Bei Witono, SJ - Rohaniwan dan Direktur Perkumpulan Strada

Masyarakat Plural Sebuah Kenyataan
Rohaniwan dan Direktur Perkumpulan Strada Romo Odemus Bei Witono, SJ. Foto: Dokumentasi pribadi

Keselamatan yang dimaksud oleh beberapa agama Abrahamic adalah manusia terbebas dari penderitaan dan bersatu dengan Allah di surga. Dalam agama Buddha, keselamatan diartikan manusia terbebas dari hanwa nafsu. Kebebasan itu terdapat dalam kesempurnaan hidup di nirwana.

Pluralitas agama dan relasi antaragama adalah sebuah kenyataan yang harus diakui keberadaannya. Pluralitas agama tidak akan merusak visi iman dan ritual-ritual umat manusia. Umat manusia dapat menyatukan nilai-nilai yang pasti sama dalam setiap ajaran agama.

Dengan demikian nilai-nilai agama itu dapat dijadikan patokan-patokan perilaku dalam masyarakat. Antaragama juga perlu berkolaborasi atau bekerja sama dalam menjalankan praktik-praktik kehidupan.

Tuhan inklusif diterima ke dalam pandangan dan ajaran-ajaran agama. Banyak umat beragama percaya bahwa Allah Yang Maha Esa itu untuk semua orang. Jika Allah adalah satu dan dunia berkembang menjadi sebuah desa global, maka Allah mempunyai rencana untuk umat manusia.

Sebagai catatan akhir, masyarakat plural di dunia merupakan realitas yang tidak dapat dipungkiri. Keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan merupakan kekayaan entitas yang membentuk masyarakat majemuk.

Dengan demikian semangat toleransi, kerja sama dalam keberagaman di berbagai bidang perlu dikembangkan sebagai cara bertindak, hidup bermasyarakat.

Dalam konteks Indonesia, komunitas nasional kebangsaan yang memiliki warga negara beragam latar belakang; hidup akrab satu sama lain dalam perbedaan menjadi modal yang kuat dalam memajukan kualitas hidup bersama sebagai anak-anak bangsa.

Semoga masyarakat plural di Indonesia terus mengupayakan harmonisasi dan kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara.(***)

Manusia bersama sesama perlu membangun masyarakat plural melalui hati, pikiran dan tindakan agar komunitas ideal dapat tercapai.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News