Mau Tahu Ciri-ciri Abu Bakr Siddiq?

Mau Tahu Ciri-ciri Abu Bakr Siddiq?
Kaligrafi nama Abu Bakr di Istanbul, Turki. Foto: Public Domain.

“Begitu damai perangainya. Sangat lemah lembut. Sikapnya tenang sekali…dibawa oleh sikapnya yang selalu tenang, pandangannya jernih, pikirannya tajam. Banyak kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang tidak diikutinya…”

Sebagaimana dikutip dari Haekal, Aisyah menceritakan, Abu Bakr tidak minum minuman keras, baik setelah pun sebelum zaman Islam. Padahal masa itu, penduduk Mekah umumnya sedang hanyut dalam khamar dan mabuk-mabukan.

Abu Bakr yang dua tahun lebih muda dari Nabi Muhammad, terkenal sebagai ahli genealogi. Paham silsilah, pandai sejarah. Bicaranya sedap. Lihai pula bergaul.

Persahabatannya dengan Nabi Muhammad sudah terjalin jauh sebelum era kerasulan.

Meski tak banyak sumber sejarah menyebut, boleh jadi persahabatan itu terjalin karena Abu Bakr tinggal sekampung dengan Khadijah bint Khuwailid—di kampung tempat saudagar-saudagar terkemuka yang membawa perdagangan dari Mekah ke Syam.

Hari ini, negeri Syam antara lain meliputi Suriah, Palestina, Libanon dan Yordan.

Sebagaimana diketahui umum, Muhammad muda bekerja membawa barang dagangan Khadijah—seorang janda kaya—dan kemudian tinggal serumah setelah menikah.

Aisyah mengenang, “yang kuketahui kedua orang tuaku sudah memuluk agama ini, dan setiap kali lewat di depan rumah kami, Rasulullah selalu singgah ke tempat kami, pagi atau sore.”

Sebelum masuk Islam, harta Abu Bakr tak kurang 40 ribu dirham. Dalam Islam, meski masih berdagang, hartanya tinggal lima ribu dirham.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News