Mayjen TNI Gabriel Lema: Tidak Boleh jadi Prajurit Cengeng, Jangan Menyakiti Hati Rakyat

Mayjen TNI Gabriel Lema: Tidak Boleh jadi Prajurit Cengeng, Jangan Menyakiti Hati Rakyat
Upacara penutupan pendidikan pertama tamtama TNI AD Gelombang II/2021 bagi 169 prajurit muda TNI AD di Manokwari, Papua Barat, 15 April 2022. ANTARA/HO- Kodam XVIII/Kasuari

jpnn.com, MANOKWARI - Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Gabriel Lema memberikan arahan kepada prajurit yang baru dilantik setelah menyelesaikan pendidikan pertama tamtama TNI AD Gelombang II/2021.

Jenderal bintang dua itu mengingatkan prajurit agar menghindari sikap dan perilaku yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat serta merusak citra TNI AD.

"Prajurit TNI muda adalah anak negara untuk menjaga kedaulatan NKRI. Tidak boleh menjadi prajurit cengeng, harus tangguh dan tahan uji serta harus bersedia ditempatkan di mana saja ditugaskan,” ujar dia di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (16/4).

Mayjen TNI Gabriel Lema menegaskan prajurit harus memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Menurutnya, prajurit TNI terikat dengan disiplin militer, yang kehidupannya senantiasa diatur berbagai norma dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI AD, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

"Ini harus menjadi perhatian prajurit baru," tegas Mayjen TNI Gabriel Lema.

Oleh karena itu, dia berharap prajurit baru memegang norma-norma tersebut dan menjadi prajurit-prajurit yang selalu berbuat terbaik, berani, jujur, ikhlas, berjiwa ksatria dan dapat diandalkan sebagai bhayangkari negara dan bangsa.

Dia mengatakan ada 169 para prajurit remaja lulusan Sekolah Calon Tamtama Resimen Induk Kodam XVIII/Kasuari, yang baru saja dilantik berpangkat prajurit dua guna melaksanakan tugas di wilayah Papua Barat.

Mayjen TNI Gabriel Lema berpesan kepada personel TNI tidak boleh jadi prajurit cengeng. Dia menegaskan jangan menyakiti hati rakyat. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News