Mbah Petruk Ngamuk Ribuan Warga Ngungsi
Letusan Lebih Besar Dibanding 2006
Selasa, 26 Oktober 2010 – 22:22 WIB

Mbah Petruk Ngamuk Ribuan Warga Ngungsi
Namun, hanya sekitar dua jam, warga Selo sebagian besar sudah balik lagi ke rumahnya masing-masing. Warga yang bermukim di antara Gunung Merbabu dan Merapi itu meyakini mereka tetap bakal selamat. Isyarat bahaya dari Mbah Petruk belum diterima. Mbah Petruk merupakan legenda mistik yang cukup merakyat di kawasan Merapi. Bagi sebagian besar warga, "Si Embah" adalah penguasa Merapi.
Hujan abu juga mengguyur sebelah utara Merapi seperi di Kecamatan Muntilan dan Mertoyudan di Kabupaten Magelang. Tak hanya hujan abu, pasir vulkanik juga pun ikut terbawa. Berdasarkan data yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah yang termasuk rawan bencana adalah Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Turi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kecamatan Cangkringan terdiri dari tiga desa yakni Desa Kepuharjo menampung 2.584 penduduk, 557 di antaranya kelompok rentan. Desa Umbulharjo berpenghuni 2.521 penduduk 487 di antaranya kelompok rentan. Desa Glagaharjo menampung 1.401 penduduk, 504 merupakan kelompok rentan.
Sementara itu Kecamatan Pakem memiliki dua desa yakni desa Hargobinangun yang berpenduduk 4.569 jiwa, dan Desa Purwobinangun yang dihuni 2.302 jiwa. Adapun Kecamatan Turi terdiri dari dua desa, yaitu Desa Girikerto yang menampung 2.591 jiwa dan Desa Wonokerto yang berpenduduk 2.218 jiwa.
GUNUNG Merapi akhirnya menunjukkan amarahnya. Tepat pukul 17.02 hari ini, Merapi meletus. Semburan awan panas atau yang lebih dikenal dengan sebutan
BERITA TERKAIT
- Gubernur Herman Deru Harap Atlet Sumsel Dulang Prestasi di 2 Event Nasional Ini
- May Day Tanpa Demo, Pekerja Sambu Group Tanam 1.001 Mangrove di Inhil
- Operasi Pekat Progo 2025, Polres Bantul Sita Puluhan Botol Miras Oplosan
- Kasus Pengeroyokan Warga SAD di Jambi, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
- Gubernur Ahmad Luthfi Bakal Kembangkan Wilayah Aglomerasi Banyumas
- Calon Haji Asal Cirebon Meninggal Dunia di Embarkasi Indramayu