Media Internasional Cium Ketidakberesan Yayasan N7W

Media Internasional Cium Ketidakberesan Yayasan N7W
Media Internasional Cium Ketidakberesan Yayasan N7W
Terkait tudingan penipuan, Djoko pun menegaskan, seharusnya yayasan N7W membeberkan metode perhitungan voting sebagai kriteria pemenang kontes tersebut. Namun, hingga sejauh ini, yayasan tersebut tidak pernah merilis hasil perhitungan voting dari tiap negara, baik voting melalui internet, pesan singkat atau sms dan telepon.

"Menangnya itu bagaimana? Kok kita nggak tahu hitung-hitungannya, kriterianya apa. Karena itu, pihak P2K (Pendukung Pemenangan Komodo) harus bisa menjelaskan terima duitnya dari apa, terima mandat apa dan sebagainya. Semuanya harus transparan," tegasnya.

Soal dukungan melalui sms, Djoko juga mengkritisi bahwa upaya dukungan tersebut menggunakan dana rakyat. Sehingga, kata dia, harus dibeberkan secara transparan perhitungannya, sekalipun hal terseubut tidak menyedot dana APBN. "Kalau tidak transparan, mereka (P2K) bisa dituding telah mengkorupsi dana publik. Kan yang dipakai mendukung itu duit rakyat, harus dipertanggung jawabkan. Tidak bisa mereka mengatakan, tidak berhak menjawab karena tidak menggunakan dana APBN," imbuh Djoko. Seperti diketahui, sebelumnya pihak P2K menolak membeberkan besaran dana yang disetorkan ke N7W atau dana yang digunakan untuk mendukung pemenangan Komodo.

Menanggapi tudingan penipuan tersebut, pihak P2K sekali lagi menegaskan bahwa mekanisme voting, memang tidak bisa diumumkan oleh pihak N7W. Alasannya, menurut P2K, yayasan N7W tidak ingin menyinggung negara-negara peserta hingga negara yang menjadi finalis, jika perolehan voting dan penilaian kontes diumumkan kepada publik. Media Koordinator P2K Hening Parlan memaparkan, dari ketiga cara voting, Indonesia memilih media pesan singkat atau sms. Sebab, kata dia, orang Indonesia gemar mengirim sms.

JAKARTA - Setelah Taman Nasional Komodo (TNK) terpilih sebagai salah satu pemenang sementara dalam kontes tujuh keajaiban dunia atau yang disebut

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News