Melki Menilai PSBB Bisa Saja Dihentikan, Asalkan..

Melki Menilai PSBB Bisa Saja Dihentikan, Asalkan..
Sejumlah warga yang melintasi kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan mengenakan masker menyusul keputusan pemerintah DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi pada Juni 2020. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena memahami alasan-alasan 55 persen masyarakat yang meminta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dihentikan, sebagaimana hasil temuan survei Indikator Politik Indonesia.

Melki mengatakan, aspirasi mayoritas masyarakat untuk pelonggaran PSBB bisa dilakukan dengan syarat ketat pelaksanaan protokol kesehatan.

"Jika semua bisa dilaksanakan niscaya kesehatan pulih, ekonomi bangkit dan Indonesia maju bisa terwujud," kata Melki kepada JPNN.com, Senin (19/10).

Menurutnya, sebagaimana tren penyakit pandemi misalnya flu burung, setelah melewati masa awal yang menimbulkan kepanikan, lambat laun masyarakat mulai terbiasa dan paham cara menghadapinya.

"Baik mencegah maupun melakukan perawatan ke fasilitas kesehatan apabila positif," kata Melki.

Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengatakan, penanganan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan medis makin membaik.

"Indikatornya, persentase angka kesembuhan makin tinggi dan persentase angka meninggal terus menurun," jelas Melki.

Dia menambahkan, kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani Covid-19 mulai dari aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi makin baik dan terkoordinasi.

Melki Laka Lena memahami alasan sebagian besar masyarakat meminta PSBB dihentikan, itu bisa saja terjadi asalkan...

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News