Membangun Karakter Anak Melalui Ajaran Luhur dari Para Pendiri Bangsa

Agus Widjajanto SH MH - Praktisi hukum & Pemerhati Sejarah

Membangun Karakter Anak Melalui Ajaran Luhur dari Para Pendiri Bangsa
Praktisi hukum Senior Agus Widjajanto. Foto: Dokumentasi pribadi

Huruf Caraka artinya utusan dari kata Ca yang merupakan cipta, pikir, nalar atau akal. Huruf Ra adalah rasa budi, olah rasa dan Huruf Ka adalah kehendak atau karsa yang merupakan kehendak dari yang Maha Esa atas kehidupan manusia bagian dari Alam semesta.

Dengan memahami konsep Aksara Jawa Honocoroko, kita bisa menjadi manusia berbudi luhur dan memahami bagaimana awal mula kehidupan manusia dari mana (Sangkan Paraning Dumadi). Lalu setelah dilahirkan di dunia harus bagaimana berikut setelah tiada manusia mau ke mana?

Dengan memahami diri maka bisa tahu jati diri kita. Dengan demikian, kita bisa memahami bagian dari alam semesta diluar diri umat manusia.

Dan, itu semua harus harmonis sebagaimana nilai-nilai dari Pancasila yang diaktualkan melalui Eka Prasetya Panca Karsa.

Konsep Pancasila dari Pak Harto pun sama, menggali dari ajaran luhur para leluhur bangsa ini sebelum lahirnya Indonesia Merdeka. Bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan berbudaya adiluhung.

Hal inilah yang harus dimengerti generasi muda, bahwa bangsa kita adalah bangsa yang sangat beradab dan berketuhanan. Bukan negara agama, tapi negara yang melindungi segenap tumpah darah rakyatnya terhadap agama yang dipeluk masyarakatnya.

Bhineka Tunggal Ika, Tan Hanna Dharma Mangrwa.(***) 

Berbicara membangun karakter anak bangsa melalui ajaran luhur para pendiri bangsa tidak bisa dipisahkan dari Pancasila dan UUD 1945.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News