Menag: Nabi Muhammad saja Sangat Menghargai Perbedaan

Menag: Nabi Muhammad saja Sangat Menghargai Perbedaan
Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Jakarta, Selasa (8/9). Foto: Ricardo/JPNN.con

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkapkan, ada banyak kebaikan yang lahir bersamaan dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Ada semangat yang tumbuh dalam diri masyarakat Arab saat itu, bahwa sang bayi yang lahir ini akan membawa mereka dan juga umat manusia ke arah kebaikan yang dinanti.

"Spirit yang paling mendasar yang disebarkannya dalam mengubah peradaban manusia adalah mengajak manusia beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta membangun toleransi dan saling menghargai antar sesama," kata Menag dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan 1442H/2020M, Kamis (29/10). 

Dalam dakwahnya, lanjut Menag Nabi SAW adalah sosok yang memberi perhatian besar terhadap kedamaian, sekaligus meletakkan dasar-dasar penghormatan atas perbedaan.

Hal ini terlihat dari kesuksesannya saat menyatukan dua kelompok sahabat, Anshar dan Muhajirin di Madinah.

Disampaikan Menag heterogenitas masyarakat adalah keniscayaan. Karenanya baginda Nabi SAW memberikan contoh bagaimana heterogenitas tersebut dikelola secara baik dengan menerapkan prinsip persamaan hak dan saling memuliakan. 

Inilah yang pada akhirnya membawa Madinah menjadi negeri yang dirindukan oleh bangsa- bangsa lain untuk hadir dan merasakan sentuhan lembut sang nabi akhir zaman ini.

"Hari ini jarak kita sudah sangat jauh dengan periode nubuwwah. Namun spirit itu masih nyata hadir dalam nadi kita, dalam setiap langkah kaki kita, dan dalam hati sanubari kita," ujar Menag. 

Menag Fachrul Razi mengungkapkan, nabi Muhammad sudah memberikan banyak contoh dalam menyikapi perbedaan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News