JPNN.com

Menaker Hanif Kenalkan Kartu Prakerja di Forum G20

Senin, 02 September 2019 – 12:35 WIB Menaker Hanif Kenalkan Kartu Prakerja di Forum G20 - JPNN.com
Menaker Hanif Dhakiri mengenalkan Program Kartu Prakerja kepada negara-negara Anggota G20. Foto: Kemnaker

jpnn.com, MATSUYAMA - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengenalkan Program Kartu Prakerja kepada negara-negara Anggota G20. Program yang akan berjalan pada tahun 2020 ini disebut Menaker sebagai sebuah kemudahan yang diberikan kepada pencari kerja, fresh graduate, dan korban PHK sebagai dampak dari digital ekonomi dan revolusi industri di tempat kerja.

Nantinya, masyarakat yang mendapat Kartu Pra-Kerja akan mendapat fasilitas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan atau alih keterampilan dan akan mendapat insentif setelah mengikuti pelatihan kerja.

“Para pemegang kartu ini, akan diberikan hak untuk mengakses pelatihan kerja secara gratis di Balai Latihan Kerja,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menyampaikan Statement Country Session 2: Demographic Change (Youth Employment/Pekerja Muda) di Forum G20 Labour Ministers' Meeting (G20 LEMM), Matsuyama, Jepang (1/9).

BACA JUGA: Indonesia - Turki Menandatangani MoU Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

Menaker Hanif menjelaskan, penguatan kompetensi SDM menjadi strategi yang diterapkan Pemerintah Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan. Kartu Pra-Kerja yang di dalamnya memberikan pelatihan kerja, disebutnya sebagai salah satu strategi peningkatan kompetensi tersebut.

"Pemerintah terus memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan guna mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan lebih baik, serta mengurangi pengangguran usia muda. Ini juga akan membawa manfaat bagi tenaga kerja yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas perusahaan dan daya saing nasional,” ujarnya.

BACA JUGA: Genjot Kualitas SDM, Kemnaker Gandeng Jepang

Selain Kartu Pra-Kerja, Menaker juga menjelaskan upaya-upaya peningkatan kompetensi SDM lainnya, khususnya bagi pekerja muda antara lain kebijakan pelatihan berbasis kompetensi yang inklusif atau tidak mempersyaratkan (batasan) usia maupun latar belakang pendidikan, revitalisasi BLK, pelatihan softskill di BLK guna mengantisipasi pekerjaan-pekerjaan baru di era Revolusi Industri 4.0, serta program pemagangan berbasis jabatan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...