Mendikbud Nadiem Makarim Sebut Tokoh Sumbar dalam Pidatonya di Hari Sumpah Pemuda

Mendikbud Nadiem Makarim Sebut Tokoh Sumbar dalam Pidatonya di Hari Sumpah Pemuda
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto: Ricardo

Saat mereka bersatu, berkolaborasi, sesuatu yang dahsyat terjadi, Sumpah Pemuda.

Adalah seorang pemuda berumur 25 tahun dari Sawahlunto, Sumatera Barat, yang merumuskan roh perjuangan para pemuda-pemudi tanah air.

Beliau adalah pendahulu saya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-9 Profesor Muhammad Yamin.

Di secarik kertas beliau menuangkan ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Sampai hari ini secarik kertas itu telah membawa kita kepada kemerdekaan, pembangunan yang kian merata, dan jutaan prestasi yang dimotori oleh  para pemuda dan pemudi.

28 Oktober 1928 membuktikan bahwa kaum muda mampu mengubah resah menjadi jalan keluar. Mampu menjadi motor pergerakan menuju kemajuan.

Dari masa ke masa kita selalu menghadapi berbagai keresahan. Hari ini tidak dapat dipungkiri kita bergelut dengan kerasahan yang begitu pelik.

Sudah lebih dari 7 bulan Indonesia dan dunia berjibaku melawan pandemi covid-19. Seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, mengalami masa yang sulit.

Namun, tidak ada artinya keresahan apabila kita tidak dapat menemukan solusi untuk bangkit bersama.

Nadiem Makarim mengangkat nama tokoh Sumbar dalam pidatonya pada Hari Sumpah Pemuda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News