Mendikbud Paparkan Dua Agenda Kementrian

Mendikbud Paparkan Dua Agenda Kementrian
Keakraban Mendikbud, Mohammad Nuh bersama dengan Wamendikbud bidang Pendidikan, Musliar Kasim dan Wamendikbud bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti usai konferensi pers perdana pascapelantikan di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Rabu (19/10). (foto : nicha/jpnn)
Sementara terkait agenda substansi, Mendikbud menjelaskan, selama ini ada pandangan bahwa budaya tidak bisa dipisahkan dari pertimbangan ekonomi. Pandangan lain menyatakan kebudayaan jangan dijadikan faktor ekonomi, tetapi sumber nilai yang melekat di dalam manusia. "Kebudayaan sebagai tuntunan terkait dengan nilai , tetapi kebudayaan sebagai tontotan bagian dari sumber ekonomi dan itu tidak boleh dipisahkan," imbuhnya.

Menurut mantan Rektor ITS tersebut, budaya sebagai tuntuntan masuk pendidikan, tetapi sebagai tontonan masuk pariwisata sebagai sumber ekonomi. Tujuan utamanya, terang Nuh, adalah nilai budaya melekat pada proses pendidikan. "Itu pulalah kenapa kita canangkan pendidikan karakter yaitu membangun budaya sekolah," pungkasnya.

Mendikbud lebih lanjut menjelaskan, dengan masuknya budaya dalam proses pendidikan adalah untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai budaya sendiri. Agenda substantif berikutnya adalah menggali warisan-warisan yang belum tergali dan belum ditemukan.

"Kalau ini bisa kita sinkronkan proses pendidikan dan pembudayaan melalui produk-produk budaya dan kita eksplor apa yang sudah diwariskan maka akan menjadi kekayaan yang luar biasa,’ jelasnya. (cha/jpnn)

JAKARTA—Usai dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (19/10) di Istana Negara, Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, langsung


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News