Mengapa Hoaks Sudah Seperti Gaya Hidup

Mengapa Hoaks Sudah Seperti Gaya Hidup
Ilustrasi hoaks. Foto: pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak para perempuan melawan hoaks. Saat ini menurut Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (PRK) MUI Azizah, informasi hoaks sudah menyebar bak virus sehingga merusak tatanan hidup bermasyarakat.

"Perempuan harus jadi garda terdepan dalam melawan penyebaran hoaks," kata Azizah dalam seminar dengan tema Melawan Hoaks yang digagas Komisi PRK MUI, Selasa (26/3).

Diskusi yang dihadiri ratusan perwakilan ormas perempuan Islam ini menampilkan pembicara dari berbagai kalangan yakni M. Azrul Tanjung (Pegiat Anti Hoaks yang juga Kornas Garda Matahari), Azizah (ketua Komisi PRK MUI), dan Ubaidillah (komisioner Komisi Penyiaran Indonesia pusat bidang kelembagaan).

Azrul mengatakan, hoaks sudah menjadi tren di kehidupan sehari-hari masyarakat. Informasi yang sengaja disesatkan dianggap sebagai suatu kebenaran.

"Butuh kajian mendalam kenapa hoaks sudah seperti gaya hidup," kata Azrul dalam paparannya.

BACA JUGA: Jelang Pilpres 2019, Pendakwah Tidak Jelas Menjamur

Dia menambahkan, bila perlu ada sebuah kemufakatan mengenai bagaimana ke depannya masyarakat bisa damai, dan para aktivis mampu menangkal penyebaran hoaks. Terlebih lagi untuk aktivis perempuan, sebagaimana dalam agama Islam, bahwa aib itu baiknya ditutupi.

Sementara Azizah menyampaikan hoaks dalam perspektif Islam. Hoaks adalah suatu perkara besar yang dianggap biasa oleh manusia. Namun, bisa mengantarkan manusia kepada neraka.

Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga (PRK) MUI Azizah mengatakan, hoaks sudah menyebar bak virus sehingga merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News